RADARSEMARANG.ID - Setelah menjadi runner up Prancis Open 2025, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengalihkan fokusnya ke Hylo Open 2025 yang akan berlangsung mulai Selasa 28 Oktober sampai 2 November 2025.
Turnamen Hylo Open 2025 adalah penentuan bagi Fajar/Fikri untuk mengamankan tike ke WTF (World Tour Finals) 2025. Di tambah lagi mush bebuyutan ranking satu dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae tidak ikut di turnaman Hylo Open ini. Tentu kesempatan untuk Fajar/Fikri juara terbuka lebar.
Setelah menembus final di turnamen BWF Super 750 Prancis Open 2025, pada Minggu 26 Oktober, Fajar/Fikri sudah tampil apik dengan memenangi gim pertama atas unggulan pertama Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Sayang, dua gim berikutnya mereka gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas dengan skor akhir 21-10, 13-21, 12-21. Dengan kekalahan ini Fajar-Fikri harus puas menempati podium kedua.
“Pertandingan berjalan dengan lancar terutama di gim pertama tapi gim kedua dan ketiga, lawan mengubah pola permainan jadi kami terpancing dengan pola mereka,” ungkap Fajar.
“Dengan pertahanan yang sangat rapat, mereka sengaja membiarkan kai menyerang lalu mencari kesempatan untuk menyerang balik,” lanjutnya.
"Dari penampilan Fajar/Fikri di Denmark dan Prancis Open sudah cukup baik. Hasil runner-up memang belum membuat kami puas karena target pasti maunya juara," ujar pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho.
"Masih ada yang perlu ditingkatkan dari strength, power endurance, dan speed. Saat ini mudah ada peningkatan, dan ke depan kemampuan mereka dalam menyerang akan jauh lebih baik," tambah Antonius.
Meski tidak menjadi juara, Fajar/Fikri bersyukur atas hasil yang didapatkan kali ini. Setelah ini, juara China Open 2025 mengalihkan fokusnya ke turnamen Hylo Open yang dimulai Selasa 28 Oktober 2025. Fajar mengatakan, tantangannya kali ini bukan hanya musuh, tapi juga fisik yang mulai habis.
Hylo Open menjadi turnamen ketiga Fajar/Fikri di Eropa. Dua ajang sebelumnya di Denmark Open dan Prancis Open, mereka selalu sampai final dan bermain di hari terakhir.
“Pastinya tidak mudah karena kondisi fisik sudah mulai terkuras tapi saya terutama harus pintar-pintar me-maintainnya,” tambah Fajar.
Sementara itu, Fikri menilai kekalahan dari Kim/Seo menjadi pelajaran untuk turnamen selanjutnya. Bagaimana pun, ini kali pertama mereka bermain rubber game melawan pasangan nomor 1 dari Korea Selatan tersebut. Tiga pertemuan sebelumnya diperoleh dengan dua kalah, satu menang dua gim langsung.
“Ini pertama kali kami bermain rubber game melawan mereka jadi dari segi stategi banyak yang berubah di setiap momennya. Ini jadi pelajaran lagi bagi kami untuk bisa mengatasi mereka di pertemuan selanjutnya,” ujar Fikri. (dan)
Editor : Agus AP