RADARSEMARANG.ID - Salah satu pebulutangkis wanita terbaik yang pernah ‘menaklukkan’ bulutangkis Huang Yaqiong, mengumumkan pensiun. Keputusan atlet asal China itu diinformasikan melalui media sosialnya.
Sambil mengunggah foto dirinya dan mengucapkan selamat tahun baru 2025, ratu bulutangkis nomor ganda campuran itu menuliskan kata-kata perpisahan sekligus mengungkap alasan di balik keputusannya untuk mundur dari timnas bulutangkis China.
Baca Juga: Megawati Hangestri Berhasil Meraih Penghargaan MVP Putaran Ketiga
“Di hari pertama tahun 2025, saya ingin mengumumkan bahwa saya telah memutuskan untuk mundur dari tim nasional. Saya tahu bahwa banyak dari Anda yang ingin terus melihat saya bermain di lapangan. Namun, ketika saya mempersiapkan diri untuk Olimpiade Paris 2025, saya menganggapnya sebagai Olimpiade terakhir saya,” tulis Huang Yaqiong.
“Saya pernah mengatakan bahwa jika saya terus berkompetisi di turnamen internasional, saya harus melakukan yang terbaik untuk memperjuangkan prestasi. Namun demikian, saya telah menghadapi banyak cedera dan semakin tua, saya tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mempertahankan kemampuan saya untuk memenangkan kejayaan bagi negara saya.”
Meskipun telah memutuskan pensiun sebagai pemain timnas China, pasangan Zheng Siwei itu tak akan benar-benar meninggalkan bulutangkis.
Ia memberi syarat tetap ingin membaktikan diri pada olahraga yang melambungkan namanya.
“Saya menantikan kehidupan baru saya dan yang paling penting, saya akan tetap berkontribusi pada bulutangkis yang saya cintai. Terima kasih untuk semua pelatih dan kru yang mendukung saya selama tahun-tahun ini.”
Sebagai ucapan terakhir, Huang Yaqiong berterima kasih kepada para pendukungnya. Tak terkecuali orang-orang terdekatnya yang terus memotivasi selama berkarier. Mulai dari partnernya Zheng Siwei hingga Liu Yuchen, kekasihnya.
Zheng Siwei sendiri sudah lebih dulu memutuskan pensiun dari turnamen internasional. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu ingin lebih fokus kepada keluarga.
“Terima kasih Siwei yang telah berjuang bersama saya di lapangan selama 7 tahun terakhir. Terima kasih untuk semua partner yang pernah bermain bersama saya. Terima kasih Liu Yuchen. Saya tidak akan bisa menjadi begitu bertekad tanpa dukungan mereka. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada diri saya sendiri karena tidak menyerah.”
Huang Yaqiong merupakan atlet putri ganda campuran dengan catatan prestasi ciamik. Selain meraih medali emas Olimpiade 2024, dia juga tercatat menjadi juara dunia tiga kali pada 2018 Nanjing, 2019 Basel, dan 2022 Tokyo. Dia juga sukses membawa timnya merebut Piala Sudirman pada 2019 dan 2023.
Bersama Zheng Siwei, Huang Yaqiong tercata telah merebut 33 gelar BWF World Tour dan 10 kali menjadi runner up mulai super 500 hingga 1000.
Sementara dengan partner berbeda, Huang Yaqiong mengumpulkan sembilan titel superseries dan tiga kali runner up.
Dengan pensiunnya Zheng Siwei, lalu Huang Yaqiong, peta persaingan di sektor ganda campuran sedikit berkurang.
Tak terkecuali bagi atlet-atlet mix double Indonesia. Bagaimana pun, keduanya kerap menjadi tantangan besar atlet bulutangkis Indonesia saat bertanding di turnamen-turnamen bulutangkis internasional. (dan/bas)
Editor : Baskoro Septiadi