Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Purwoyoso Semarang Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Semalam

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:05 WIB

 

Lumpur dan jalan mengelupas di Jalan Sriyatno, RW 4 Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, Sabtu (16/5) pagi.
Lumpur dan jalan mengelupas di Jalan Sriyatno, RW 4 Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, Sabtu (16/5) pagi. (FIGUR RONGGO WASSALIM)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sabtu (16/5) pagi, suara sekop beradu dengan lumpur terdengar hampir di setiap sudut RT di RW 4, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan. Termasuk di Jalan Sriyatno, RW 4.

Warga bergotong royong membersihkan rumah, halaman, hingga jalan kampung yang dipenuhi sisa material banjir bandang dari luapan Sungai Silandak.

Baca Juga: Warga Mangkang Kulon Semarang yang Terseret Banjir Ditemukan 150 Meter dari Lokasi Awal

Karung-karung lumpur bercampur ditumpuk di tepi jalan. Perabot rumah dijemur di bawah matahari pagi.

Beberapa ibu terlihat menyapu lantai rumah yang masih licin oleh endapan tanah berwarna cokelat pekat.

Di sisi lain, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, dan Disperkim Kota Semarang sibuk mengangkut material banjir menggunakan alat berat dan kendaraan operasional.

Sementara itu, di salah satu masjid wilayah RW 4, tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Purwoyoso membuka layanan pengobatan bagi warga terdampak.

Baca Juga: Diduga Terseret Arus, Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sungai Silandak Semarang

Ketua RW 4 Purwoyoso, Sutiharjono, menceritakan, banjir mulai datang Jumat (15/5) sekitar pukul 18.30 dan berlangsung hingga hampir pukul 20.00.

Air berasal dari luapan Sungai Silandak dengan debit yang disebut sangat tinggi.

"Biasanya memang sering meluap, tapi yang paling parah ya kemarin malam ini. Sampai jalan aspal mengelupas dan paving berantakan," ujarnya saat menunjukkan ruas Jalan Sriyatno yang rusak sepanjang sekitar 50 meter.

Di beberapa titik, lapisan paving tampak terangkat dan bergeser. Lumpur tebal masih menutupi sisi jalan meski sebagian sudah dibersihkan petugas.

Menurutnya, arus air datang sangat deras dan tidak menggenang lama. "Airnya hanya lewat sekitar 10 sampai 20 menit, tapi arusnya kuat sekali. Yang tertinggal justru lumpur dan material," katanya.

Di wilayah RW 4 sendiri, terdapat empat RT yang terdampak. RT 1 tercatat sekitar 15 rumah terdampak, RT 2 sekitar 10 rumah. Sedangkan RT 3 dan RT 4 masing-masing sekitar 10 rumah.

Baca Juga: Hujan Deras, Semarang Dikepung Banjir, Satu Orang Tewas Terseret Air di Kawasan Industri Candi

Ketinggian air yang masuk rumah warga bervariasi antara 20 hingga 40 sentimeter. Bahkan, di titik utara kawasan itu, air disebut sempat mencapai hampir dua meter.

Ia mengungkapkan adanya korban hanyut yang ditemukan di belakang kandang ayam wilayah RT 2.

Korban kemudian dievakuasi petugas Inafis dan dibawa ke rumah sakit pada malam kejadian.

Ia berharap pemerintah segera memperkuat talut Sungai Silandak agar banjir serupa tidak kembali terjadi.

"Talutnya kurang tinggi dan kurang kokoh, jadi debit air meluap keluar sampai masuk permukiman dan merusak jalan," tambahnya.

Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto, menyebut dampak banjir tersebar di sejumlah RW seperti RW 3, RW 4, RW 12, RW 13, dan RW 14.

Selain merusak jalan lingkungan, luapan sungai juga menyebabkan beberapa talut ambrol dan tembok roboh.

"Ini kejadian paling parah yang pernah terjadi. Kemungkinan karena hujan sangat tinggi di wilayah hulu Ungaran, sementara di sini juga hujan deras sehingga terjadi luapan luar biasa," katanya.

Menurutnya, sejak malam kejadian tim gabungan dari kecamatan, DPU, Disperkim, hingga unsur kelurahan langsung bergerak membuka akses jalan yang tertutup material banjir. Pagi harinya, pembersihan dilanjutkan bersama DLH dan OPD terkait.

Ia memastikan perbaikan jalan segera dilakukan setelah proses survei selesai. Beberapa titik kerusakan bahkan sudah diukur untuk dilakukan paving ulang.

Baca Juga: Jalan Citarum Segera Dibeton, Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen

Untuk kerusakan tanggul, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan DPU dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena Sungai Silandak berada di bawah kewenangan BBWS.

"Harapannya instansi terkait bisa segera menindaklanjuti karena sebelumnya kami juga sudah pernah bersurat terkait kondisi sungai," ujarnya.

Data sementara yang dihimpun kelurahan mencatat sekitar 60 KK terdampak di RW 4. Sementara di RW lain jumlah korban terdampak masih terus didata.

"Meski air cepat surut, banjir menyisakan lumpur, kerusakan rumah, hingga perabot warga yang hanyut terbawa arus," tandasnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#bbws #tanggul #kecamatan ngaliyan #Kelurahan Purwoyoso