Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol, 1 Orang Hilang Terseret Banjir

Adennyar Wicaksono • Sabtu, 16 Mei 2026 | 05:29 WIB
JEBOL LAGI : Warga Kelurahan Mangkang Kulon, RT 1 RW 1 kembali terendam banjir karena tanggul Sungai Plumbon Jebol. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG )
JEBOL LAGI : Warga Kelurahan Mangkang Kulon, RT 1 RW 1 kembali terendam banjir karena tanggul Sungai Plumbon Jebol. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG )

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dua Kelurahan yakni Wonosari Kecamatan Ngaliyan dan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu kembali terendam banjir untuk kesekian kalinya, Jumat (15/5) malam.

Akibat kejadian ini satu orang dinyatakan hilang karena tersapu air banjir, di Mangkang Kulon dan satu orang lainnya harus di evakuasi serta dilarikan ke rumah sakit karena terjatuh di Wonosari.

Baca Juga: Hujan Deras, Semarang Dikepung Banjir, Satu Orang Tewas Terseret Air di Kawasan Industri Candi

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, khusus di Wonosari dari data yang dihimpun banjir terjadi di RW 6 dan 7 akibat limpasan Sungai Beringin.

Selain itu banjir juga terjadi di RW 1 dan RW 1 akibat limpasan Sungai Plumbon.

"Titik terparah ada di RW 2 yakni perumahan Gunungjati, dengan ketinggian sekitarnya 1,5 meter," kata Lurah Wonosari, Muhammad Tiqfar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain merendam ratusan rumah, Tiqfar sapaannya, menyebut ada warganya yang harus dievakuasi ke RSUD Tugurejo, karena jatuh saat mencoba mengamankan barang berharga. Diketahui warga yang tinggal di RW 2 ini, mengalami dislokasi bahu.

"Korban langsung di evakuasi dan dibawa ke RSUD Tugurejo karena mengalami dislokasi bahu," tuturnya.

Baca Juga: Jembatan di Jalan Honggowongso Semarang Ambrol, Diduga Ini Penyebabnya

Selain perkampungan, lanjut Tiqfar, ada beberapa fasilitas umum yang juga terdampak yakni satu buah masjid , satu taman kanak-kanak, dan SD Wonosari 01.

"Kita akan lalukan pembersihan Sabtu (16/5), salah satunya di area perkampungan dan fasilitas umum yang terdampak," jelasnya.

Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi mengungkapkan ada 5 RW di Kelurahan Mangkang Kulon yang terdampak banjir, karena tanggul Sungai Plumbon jebol dengan panjang sekitar 40 meter.

Selain permukiman, ada satu lansia bernama Maryam, warga RT 1 RW 1, diketahui hilang tersapu air dan belum ditemukan sampai saat ini.

Kebetulan rumah korban berada didepan posisi tanggul yang jebol.

"Di Mangkang Kulon ini merata, dari RW 1 sampai RW 5, dengan jumlah KK yang terdampak 313 KK. Ada pula warga kami yang hilang saat ini masih dilakukan pencarian karena diduga tersapu air banjir," ujarnya.

Baca Juga: Curah Hujan Semarang Masih Tinggi, Trucuk Bambu dan Sand Bag Mulai Dipasang di Jalan Jembawan

Mirzaq menerangkan, pihaknya akan menggelar apel bersama Sabtu (16/5) untuk melakukan penanganan tanggul yang jebol.

"Penanganan tanggul nanti akan ada bantuan dari BBWS untuk memasang sand bag dan trucuk bambu, kita juga lakukan pembersihan di area yang terdampak," ujarnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman sangat menyayangkan adanya musibah banjir karena jebolnya Sungai Plumbon yang kembali terulang.

Bahkan ada salah satu warga yang ikut terbawa air sungai dan saat ini belum ditemukan.

"Ini jebolnya bergeser ke arah selatan, dua pekan lalu juga jebol. Ini juga ada warga yang hanyut dan masih dicari," katanya saat meninjau lokasi.

Pilus sapaannya menjelaskan, warga saat ini ketar ketir karena banjir terus terulang. Normalisasi Sungai Plumbon kata dia perlu dilakukan secepatnya agar warga tidak menjadi korban.

"Harapan warga adanya normalisasi, agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Bahkan saat ini sampai memakan korban," keluhnya.

Sebenarnya lanjut Pilus, beberapa tahun lalu sudah ada rencana normalisasi Sungai Plumbon.

Namun sampai saat ini rencana tersebut belum juga direalisasikan, dengan adanya kejadian banjir yang kembali terulang ini, pihaknya berharap ada respon dari Pemkot, Pemprov ataupun Pemerintah Pusat.

"Mudah-mudahan direspon, kalau jebol memang langsung ditambal. Tapi ini kan terus berulang, jadi jalan keluarnya memang harus dilakukan normalisasi," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#TANGGUL JEBOL #pemkot semarang #Sungai Plumbon Mendesak Dinormalisasi #Plumbon Meluap #hanyut di sungai