Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Rob di Kecamatan Tugu Semarang Kian Parah, Ancam Sawah Produktif

Adennyar Wicaksono • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:55 WIB
JADI HUTAN BAKAU : Area persawahan di Kelurahan Mangunharjo Tugu, kini berubah jadi tambak dan hutan bakau karena terdampak rob.
JADI HUTAN BAKAU : Area persawahan di Kelurahan Mangunharjo Tugu, kini berubah jadi tambak dan hutan bakau karena terdampak rob.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rob di Kecamatan Tugu, salah satunya di Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Wetan bisa dibilang cukup memprihatinkan.

Air laut selain kerap menggenangi rumah warga yang letaknya tak jauh dari pesisir pantai, di Tanggulsari RW 5 Manguharjo dan RW 7, Mangkang Wetan, kini telah merendam area persawahan.

Baca Juga: Bansos Mei 2026 PKH dan BPNT Tahap 2 Dicairkan Serentak di 514 Kabupaten Kota

Hasilnya puluhan hektar sawah produktif di Kelurahan Mangunharjo tidak bisa lagi ditanami, karena terendam air laut bahkan ada yang berubah jadi hutan bakau.

"Akibat rob ini sawah juga kena, sekarang sudah berubah seperti tambak dan tidak lagi bisa ditanami," kata Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, Kamis (14/5).

Pilus sapaannya, menjelaskan sebelumnya sudah ada pembangunan talud sekitar tambak yang tercanam rob, melalui pokok pikiran dewan (Pokir).

Menurutnya perlu ada pembangunan yang berkelanjutan agar, luasan lahan yang terkena rob tidak semakin meluas, karena anggaran Pokir tentu tidak mencukupi jika pembebasan rob tidak dilakukan oleh Pemkot.

Baca Juga: Bansos Mei 2026 Per Tanggal 14, Saldo BPNT Rp600 Ribu Mulai Cair di KKS Bank Mandiri Sinyal Positif

"Ini kalau tidak diantisipasi, bisa meluas, padahal arahan dari pemerintah untuk memujudkan ketahanan pangan," keluhnya.

Dia meminta agar Pemkot Semarang tidak hanya fokus menangani rob di Semarang Utara, Gayamsari, dan Genuk.

Menurutnya wilayah pesisir lain seperti Tugu, juga harus mendapatkan perhatian.

"Bisa jadi di wilayah lain robnya mengecil, tapi di Kecamatan lain seperti Tugu semakin besar," paparnya.

Ketika sudah masuk perkampungan terutama di Tanggulsari Mangunharjo, ketinggian air mencapai setinggi lutut. 

Disana lanjut Pilus, tidak ada rumah pompa, sehingga air sulit surut dan menganggu aktivitas warga, hingga area pertanian dan peristiwa ini sudah terjadi cukup lama namun belum ada penanganan masif.

"Beberapa wilayah ini juga butuh rumah pompa agar tidak rob, butuh penanganan, harapan saya Pemkot bisa turun dan melihat apa yang dirasakan warga. Mereka juga warga Kota Semarang,"pintanya.

Kabid Perencanaan Pemerintahan, Pembangunan Manusia, dan Kesejahteraan Masyarakat, Bappeda Kota Semarang, Anum Gianingrih, menjelaskan Pemkot berterimakasih atas masukan dari DRPD Kota Semarang, dan akan segera melakukan koordinasi dengan OPD terkait, untuk melakukan penanganan dan antisipasi rob di kecamatan Tugu.

"Kita kebutuhan sedang menyusun RKPD 2027, dengan masukan ini kita dapat input dan bisa berkoordinasi dengan OPD. Kita akan cari solusi, misal butuh pompa berapa nanti akan kita kaji," tambahnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#rob semarang #Kadar Lusman #Biosalin #pemkot semarang #Sawah Terendam