RADARSEMARANG.ID, Semarang - Awal bulan Maret sejumlah wilayah di Indonesia tak terkecuali kota Semarang diterjang angin kencang yang menyebabkan kerusakan bangunan, pohon tumbang dan jatuhnya korban jiwa akibat tertimpa pohon tumbang.
Terakhir hari minggu kemarin (8/3/26) badai angin kencang kembali melanda kota Semarang menyebabkan puluhan pohon tumbang dan robohnya bangunan seperti bangunan kios warung di kawasan Jalan Thamrin.
Tak hanya menimpa kios warung makan, pohon tumbang di Jalan Thamrin minggu siang itu, juga menimpa sebuah mobil yang tengah parkir tak jauh dari pohon yang tumbang tersebut.
Di Jalan Raya Makam Bergota, sebuah pohon besar juga tumbang dan melintang ditengah jalan, saat hujan disertai angin kencang menerpa kota Semarang.
Sementara itu masih dihari yang sama, sebuah pohon besar yang berada ditepi jalan Mugas juga tumbang, menimpa sebuah tiang listrik PLN.
Tak hanya menutup ruas jalan, ambruknya tiang listrik PLN juga menyebabkan padamnya aliran listrik.
Sementara itu menurut data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, tercatat sejak awal bulan Maret 2026 sampai dengan minggu kemarin (8/3/26) lebih dari 400 titik pohon tumbang di kota Semarang.
Bencana badai angin kencang juga membuat lebih dari 200 rumah warga di kota Semarang ikut terkena dampaknya, berupa bangunan rumah roboh maupun atap rumah rusak akibat terhempas badai angin kencang.
Tak hanya itu, bencana angin kencang disertai hujan dengan intenstitas tinggi juga memicu terjadinya bencana lain yakni tanah longsor. BPBD Kota Semarang mencatat 2 kejadian tanah longsor di kota Semarang.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengingatkan masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada bencana hidrometeorologi.
"Kami himbau warga untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari daerah rawan longsor, serta berhati-hati saat melintas di wilayah yang terdapat pohon besar dan aliran air yang deras"himbaunya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi