
RADARSEMARANG.ID--Nyawiji, Makarti, Wonosobo Loh Jinawi. Dari tiga kata itulah Kabupaten Wonosobo memilih memperkenalkan dirinya pada usia yang ke-201. Tiga kata yang sederhana, tetapi menyimpan makna yang tidak sederhana.
Pada 24 Juli 2026 ini, Kabupaten Wonosobo genap berusia 201 tahun. Sebuah perjalanan yang telah melewati pergantian generasi, perubahan zaman, dan berbagai dinamika kehidupan masyarakatnya. Dari kota di kaki pegunungan, Kabupaten Wonosobo terus tumbuh menjadi rumah bagi banyak harapan.
Usia 201 tahun adalah usia yang matang. Akan tetapi, kematangannya tidak pernah ditentukan oleh banyaknya lilin yang menyala di atas kue ulang tahun. Namun, diukur dari kemampuannya menjaga yang baik dari masa lalu, sekaligus keberaniannya menjemput masa depan.
Tema Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Nyawiji, Makarti, Wonosobo Loh Jinawi ini sangat relevan. Sebab, di tengah perubahan yang berlangsung demikian cepat, sebuah daerah tidak cukup hanya tumbuh dan berkembang. Ia juga perlu menjaga nilai-nilai yang membuatnya dicintai oleh masyarakatnya.
Nyawiji tidak hanya berarti bersatu. Ia lebih dekat dengan kesediaan untuk saling merawat. Orang Jawa mengenal kata nyawiji sebagai menyatunya pikiran, hati, dan ikhtiar untuk tujuan yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, ia hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: tetangga datang tanpa diminta ketika ada yang berduka.
Hal-hal sederhana itulah yang menurut saya membuat Kabupaten Wonosobo tetap hangat dan nyaman. Bukan semata-mata karena alamnya yang indah atau udaranya yang sejuk, melainkan karena masyarakatnya masih percaya bahwa hidup akan terasa lebih ringan jika dijalani bersama-sama.
Lalu, Makarti. Sebuah kata yang mengingatkan bahwa kerja bukan sekadar soal menyelesaikan tugas, melainkan menghadirkan manfaat. Sebab, pembangunan tidak pernah berhenti pada angka-angka statistik yang membaik. Ia harus hadir di meja makan masyarakat, di ruang-ruang kelas yang semakin layak, pada semakin terbukanya kesempatan bagi anak-anak muda untuk tumbuh dan berkarya, serta pada senyum warga yang merasa hidupnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Makarti juga mengajarkan bahwa pembangunan bukanlah pekerjaan yang selesai dalam satu tarikan napas. Ia adalah kerja yang terus dilanjutkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setiap kepemimpinan pada dasarnya sedang menulis satu halaman dalam sejarah.
Hari ini, halaman itu sedang ditulis oleh Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein bersama seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo. Tentu, tidak ada pembangunan yang selesai hanya dalam satu atau dua periode kepemimpinan. Harapan masyarakat akan selalu lebih besar daripada apa yang mampu dikerjakan dalam waktu yang singkat. Oleh sebab itu, yang paling penting bukan hanya seberapa jauh kita telah melangkah, melainkan memastikan arah yang dituju tetap benar dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Kita menyaksikan Kabupaten Wonosobo yang terus berbenah. Infrastruktur semakin ditata, pelayanan publik terus diperbaiki, ruang-ruang kreativitas anak muda semakin bertumbuh, dan berbagai ikhtiar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat terus dihadirkan. Pariwisata, misalnya, terus dikembangkan tanpa meninggalkan watak Kabupaten Wonosobo sebagai daerah pegunungan yang bersahaja. Pertanian terus didorong agar semakin memberi kesejahteraan bagi petani-petaninya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




