Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanggul Jebol di Mangkang Semarang Mulai Ditambal, Warga Minta EWS Diperbaiki

Adennyar Wicaksono • Minggu, 18 Januari 2026 | 17:47 WIB
Rumah warga di RT 1 RW 3, Mangkang Kulon rusak parah karena tanggul jebol yang tak jauh dari pemukiman. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)
Rumah warga di RT 1 RW 3, Mangkang Kulon rusak parah karena tanggul jebol yang tak jauh dari pemukiman. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga titik tanggul jebol yang sempat membuat beberapa wilayah di Mangkang Kulon, dan Mangunharjo, Kecamatan Tugu mulai dilakukan perbaikan.

Dari data yang ada, tiga tanggul Jebol di  RT 5 RW 4, Mangkang Kulon. RT 1 RW 3, Mangkang Kulon, RT 4 RW 4 Mangunharjo, mulai ditambal dengan sand bag.

"Ada tiga titik tanggul jebol di Mangkang Kulon dan satu titik di Mangunharjo, saat ini mulai dilakukan perbaikan sementara," kata Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, Minggu (18/1).

Dia menjelaskan, jika tanggul-tanggul yang jebol saat ini sudah ditangani sementara dengan metode penambalan menggunakan sand bag.

Sedangkan ketinggian air banjir yang merendam dua kelurahan ini mencapai sepinggang orang dewasa.

"Seluruh warga di sepanjang Sungai Plumbon pasti berharap normalisasi segera dilaksanakan. Kami meminta bantuan Pemkot Semarang dan pemerintah pusat untuk segera menindaklanjuti normalisasi sungai tersebut," jelas dia.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (18/1) warga bergotongroyong melakukan perbaikan tanggul salah satunya di RT 1 RW 3 Mangkang Kulon.

Tanggul jebol di wilayah ini memiliki panjang sekitar 7 meter, bahkan membuat tembok rumah warga yang tinggal di samping tanggul jebol.

"Kita upayakan ditutup dulu, soalnya hujan masih terus terjadi jadi kalau sudah ditambal, air sungai tidak langsung masuk kerumah warga," kata Abdul Rochim, ketua RT setempat.

Pada banjir Kamis (15/1) ada 43 rumah di wilayahnya terendam banjir. Selain dengan sand bag, warga dan petugas DPU Kota Semarang, serta BBWS Pemali - Juana, juga penggalian untuk pondasi talud.

"Kita juga siapkan untuk dibangun tanggul baru, harapan kami secepatnya biar warga tidak was-was," tuturnya.

Warga kata dia, berharap pemerintah segera merealisasikan rencana pelebaran atau normalisasi sungai Plumbon yang sebelumnya sebenarnya sudah dirancang.

"Kalau mau aman ya harus pelebaran sungai. Infonya pembebasan lahan baru sekitar 30 persen. Kalau itu selesai, kemungkinan banjir tidak lagi terjadi," pungkas dia.

Warga lain, Nuronia, 35, mengaku masih trauma dengan banjir yang terjadi belum lama ini karena jebolnya tanggul yang terjadi tiba-tiba.

Sebelumnya di sekitar Sungai Plumbon, dipasangi Early Warning Sistem (EWS) yang otomatis, meraung kencang, ketika air sungai mulai tinggi.

Sementara pada banjir kemarin, air datang secara tiba-tiba dan limpas dari bibir sungai, kemudian tak lama tanggul kemudian jebol dengan suara seperti benturan.

"Suara brak gitu, saya panik ambil bayi dan saya angkat, barang-barang lain tidak sempat diselamatkan. Dulu saat ada EWS bisa diantisipasi, ini tidak sudah dua tahun, belum ada perbaikan sampai sekarang," keluhnya.

Nia sapaannya, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul dan normalisasi secara permanen.

Menurutnya, rencana pembangunan dan peninggian tanggul sudah lama disosialisasikan, namun belum juga terealisasi.

"Harapannya cepat dibangun. Katanya mau ditinggikan, ada pembebasan lahan juga, tapi sampai sekarang belum jelas. Sebenarnya saya bosan kebanjiran," ujarnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Mangkang #BANJIR #TANGGUL JEBOL