Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Proyek Peninggian Jalan Raya Kaligawe Dimulai, Kemacetan Mengular Mendekati Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Muhammad Hariyanto • Kamis, 15 Januari 2026 | 15:33 WIB
Kondisi kepadatan arus kendaraan sampai setelah jembatan Tambkalorok Semarang Utara mendekati jembatan pelabuhan Tanjung emas
Kondisi kepadatan arus kendaraan sampai setelah jembatan Tambkalorok Semarang Utara mendekati jembatan pelabuhan Tanjung emas

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Proyek pembangunan peninggian jalan di Kaligawe Raya berdampak terhadap kemacetan dan kepadatan kendaraan pada memasuki hari ke tiga, sejak dikerjakan pada Selasa (13/1/2026).

Bahkan, kepadatan kendaraan dari titik perkejaan pembangunan depan Kampus Universitas Sultan Agung Semarang (Unissula) ini mengular ke barat hingga jembatan Kalitenggang, atau sebelah timur palang pintu perlintasan kereta api Kaligawe. 

Sedangkan kepadatan kendaraan mengular sampai ke Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang Utara, hingga mendekati jembatan layang diatas pintu masuk Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Kepadatan kendaraan di Jalan Arteri Yos Sudarso lebih parah. Nyaris tak ada laju. Selain terdampak peninggian jalan Kaligawe, juga sebelumnya ada pembangunan jembatan layan penyambung Jalan Tol Kaligawe.

Menurut salah satu warga sekitar, Yoga kepadatan kendaraan di Jalan Arteri Yos Sudarso terjadi hampir setiap hari. Sebab, adanya proyek pembangunan Jalan Tol tersebut.

"Macet sejak kemarin, panjang sampai sini. Disitu kan ada pembangunan jalan tol, ditambah ada pembangunan di Jalan Raya Kaligawe," ungkapnya.

Tak hanya di Jalan Arteri, kepadatan kendaraan juga terjadi di Jalan Ronggolawe, persisnya bawah jembatan layang depan pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (16/1/2026). Kepadatan ini hingga traffic light simpang Jalan Pengapon.

Namun, arus lalulintas di Jalan Pengapon menuju arah Kaligawe lancar, namun padat. Meskipun, hari sebelumnya mengalami kepadatan pada Rabu (15/1/2026). Sebab, para pengemudi truk dan lainnya menghindari kemacetan di Jalan Arteri Yos Sudarso. 

"Kemarin (Rabu) macet sampai jam 16.00. Kalau hari ini (Kamis) lancar," ungkap Trisno salah satu pedagang di Jalan Kaligawe.

Sementara, Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengungkap telah melakukan rekayasa arus lalulintas dengan cara Contra Flow. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemacetan yang lebih panjang.

"Tadi pagi kita juga lakukan Contra flow mulai pukul 10.00-11.30. Jalur yang dari timur ke barat itu kan bisa dilalui dua lajur. Nah kita lakukan Contra flow, bisa digunakan satu lajur untuk yang barat ke timur," bebernya.

"Contra flow ini kan juga mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang, jangan sampai yang dari arah barat nantinya padat sampai diatas perlintasan rel kereta api, itu kan sangat membahayakan," bebernya. 

Terkait pemberlakukan Contra flow, Kompol Rismanto menyebutkan akan memberlakukan secara situasional. Terlebih, dilakukan pada jam-jam rawan, seperti halnya pulang dan berangkat aktifitas kerja.

"Contra flow kita situasional, pada jam-jam rawan. Kalau arus kendaraan sudah agak mulai berkurang, ya kita normalkan kembali," jelasnya. 

Menanggapi kepadatan kendaraan utamanya di jalan Arteri Yos Sudarso, pihaknya tidak menampik hal tersebut. Menurutnya, selain ada peninggian jalan juga ada proyek pembangunan jalan tol.

"Apalagi di Jalan Yos Sudarso kan banyak yang berlubang sehingga mengalami perlambatan. Jadi ya terjadi kepadatan," ujarnya.

Meski demikian, kepolisian terus siaga di jalan untuk mengurai dan mengatur arus lalulintas. Pihaknya juga berharap, masyarakat utamanya pengendara kendaraan untuk menghindari jalan raya Kaligawe.

"Kepada masyarakat para pengguna jalan bisa menggunakan jalur alternatif, untuk menghindari kemacetan di jalan raya Kaligawe. Kemudian pengendara juga harus hati-hati, manakala melintas di lokasi jalan yang mengalami kepadatan kendaraan," pungkasnya. 

Kepadatan kendaraan ini terjadi, utamanya pasa jalur arah dari barat menuju ke timur atau menuju simpang Traffic Light Terboyo. Kepadatan kendaraan didominasi kendaraan truk besar.

Kemudian sebagian kecil kendaraan roda empat dan sepeda motor. Laju kendaraan utamanya truk dan mobil pribadi merambat pelan, harus bersabar.

Sementara, para pengendara motor ekstra hati-hati mempertaruhkan keselamatannya. Sebab, pengendara motor ini terlihat mencari celah disela-sela antara truk-truk besar.

Pengendara motor juga harus bersabar, tak bisa saling menyalip diantara sela-sela kendaraan besar lantaran hanya bisa dilalui satu motor.

Sementara terlihat, para pekerja proyek peninggian jalan sibuk beraktivitas. Sejumlah alat berat becko dan kendaraan truk dump juga hilir mudik bongkar muat material.

Jalan Raya Kaligawe persisnya depan Sekolahan Sultan Agung 3, sudah ditinggikan dengan tanah urukan hingga depan Kampus Unissula Semarang, pada jalur barat timur. Namun belum diaspal.

Lokasi peninggian jalan ditutup dan dipasangi rambu-rambu supaya pengendara berhati-hati. Lokasi jalan jalur yang belum ditinggikan masih dilalui lajur oleh kendaraan besar dari kecil meskipun merambat pelan. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kemacetan di jalan Kaligawe Semarang #Proyek pembangunan jalan di Kaligawe Semarang #Peninggian jalan di Kaligawe Semarang #Kemacetan di Semarang