RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Jalan Sawah Besar Semarang, Sabtu (13/9) siang.
Mariadi, tukang bangunan asal Cilosari Barat, Kemijen, Semarang Timur, meregang nyawa setelah tersengat listrik saat bekerja.
Baca Juga: Menengok Festival Mbeliksari #2, Magnet Baru Warga Lempongsari Semarang
Awalnya, ia bersama rekannya diminta menyelesaikan tahap akhir (finishing).
Pekerjaan sederhana memindahkan kabel listrik justru berubah tragedi.
Sekitar pukul 10.00 WIB, terdengar teriakan kesetrum. Tubuh Mariadi langsung ambruk.
“Posisinya memang mindah kabel dari atas mau ditaruh ke bawah biar bisa diaci. Tahu-tahu langsung kesetrum,” tutur Yono, kerabat pemilik rumah.
Baca Juga: Pembersihan Longsor Talut Pabrik Es Batu di Karanganyar Legok Semarang Baru Capai 50 Persen
Warga yang panik segera melarikan korban ke RS Panti Wiloso Citarum. Namun, nyawanya tak tertolong.
“Sampai rumah sakit sudah dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.
Diduga, Mariadi mengabaikan prosedur keselamatan kerja. Ia tidak memakai sandal karet, bahkan menolak memutus arus dari NCB.
“Sudah dikasih tahu, tapi ya begitu. Kebiasaan kerja tanpa pelindung,” kata Yono.
Ironisnya, hari itu adalah jadwal terakhir Mariadi bekerja. Proyek yang ia tangani kebetulan sudah hampir rampung.
Rekan kerjanya tidak ikut masuk lantaran sedang libur.
Pihak keluarga menerima musibah ini sebagai kecelakaan kerja. Surat pernyataan resmi pun dibuat di hadapan polisi.
“Keluarga korban sudah legawa, menerima dengan ikhlas,” pungkas Yono.
Kini, lokasi rumah tampak lengang. Kabel yang menjadi saksi bisu tragedi tersebut masih tergantung di tembok.
Sementara di Cilosari Barat, duka mendalam menyelimuti keluarga Mariadi yang kehilangan sosok ayah sekaligus tulang punggung keluarga.
"Ironisnya, istrinya baru saja meninggal juga, dulu juga pernah kesetrum sampai gosong badannya," kata tetangga Mariadi yang tak mau disebutkan namanya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi