RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selasa (2/9) sore di sekitar TPS Marabunta, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara puluhan remaja berkumpul, sebagian dengan wajah tegang, sebagian lagi hanya menunggu komando.
Suara teriakan bercampur derap langkah, membuat warga sekitar menahan napas. Ironisnya, tak sedikit orang tua justru ikut berdesakan menonton, seolah adegan tawuran itu sebuah hiburan.
Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, tidak menutupi keresahannya. Bahkan, pemerintah kecamatan bersama TNI-Polri terus melakukan upaya.
Mulai dari mengedukasi anak-anak, sampai mengingatkan orang tua supaya tidak ikut menonton. "Karena tontonan itu justru memicu adrenalin anak-anak untuk tawuran," ujarnya.
Ia menambahkan, polisi sebenarnya sudah mengantongi nama-nama remaja pelaku tawuran. Bahkan patroli dilakukan rutin setiap hari, sejak sore hingga malam.
Penyisiran difokuskan di sekitar TPS Marabunta, lokasi yang belakangan jadi titik panas. “Pelaku banyak yang pendatang, bukan anak sini. Tapi ya tetap saja, anak-anak kita ikut terbawa arus,” jelasnya.
Namun yang membuat Siwi geleng-geleng adalah respons warga. Alih-alih mencegah, sebagian besar malah penasaran dan berkerumun di lokasi.
“Nggah nggeh… nggah nggeh… tapi lha mereka malah ikut nonton. Hadeew… setiap hari begitu. Saya peringatkan, tidak usah ditonton, tidak usah diviralkan. Lebih baik pulang ke rumah,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan pun mengubah strategi. Edukasi kini tak hanya menyasar remaja, tapi juga orang tua. Mereka diimbau lebih ketat mengawasi anak.
“Setelah jam lima sore, ajak anak masuk rumah. Ajak kegiatan positif, seperti mengaji atau menonton tayangan edukatif. Jangan biarkan mereka berlama-lama di jalan,” imbaunya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi