RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan nelayan di Pesisir Mangunharjo, melakukan tradisi budaya sedekah laut, yang dikemas dalam acara Festival Tunas Bahari di pesisir laut Mangunharjo, Selasa (22/7).
Bagi para nelayan desiran ombak laut, tidak hanya membawa hasil dan penghidupan. Sebelumnya, warga mengadakan doa bersama berkumpul sejak pagi, membawa tumpeng, bunga, dan kepala kambing ke sebuah perahu kecil yang akan dilarung ke tengah laut.
Suara doa bercampur dengan deru ombak, membentuk harmoni sakral di bibir pantai Tanggul.
Bagi para nelayan sedekah laut adalah bentuk komunikasi spiritual dengan alam, sekaligus pengingat bahwa laut tak bisa ditaklukkan hanya bisa dihormati.
"Ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga bentuk solidaritas dan kesadaran ekologis. Kita belajar dari mereka soal bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan alam, dan cermin keteguhan warga pesisir," kata Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.
Dia menjelaskan, pentingnya mendukung kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan lingkungan pesisir.
Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari Pemkot hingga lembaga nonpemerintah, untuk ikut menjaga laut dan mendukung kehidupan komunitas nelayan.
"Tradisi ini bukan hanya soal masa lalu, tapi juga masa depan. Kalau laut rusak, semua akan terkena dampaknya. Dan nelayanlah yang pertama kali merasakannya,"tegasnya.