Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Eks Wali Kota Semarang Mbak Ita Bilang Begini Soal Kesaksian Kepala Disbudpar Wing Wiyarso

Ida Fadilah • Selasa, 15 Juli 2025 | 00:32 WIB
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso saat menjadi saksi atas kasus korupsi eks Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan suaminya Alwin Basri di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (14/7/2025).
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso saat menjadi saksi atas kasus korupsi eks Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan suaminya Alwin Basri di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (14/7/2025).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso mengaku menerima arahan dari suami eks Wali Kota Semarang, Alwin Basri untuk memberikan sejumlah proyek penunjukan langsung (PL) kepada beberapa pihak.

Yakni Martono, Kapendi, dan Zulkifli, mereka mengajukan diri untuk mengerjakan proyek di Disbudpar.

Tidak bersamaan, masing-masing orang datang secara bergantian. Menurutnya, Alwin memerintahkan melaksanakan pekerjaan penunjukan langsung (PL).

"Beliau ditugaskan oleh Pak Alwin Basri untuk bisa melaksanakan beberapa pekerjaan PL di tempat kami," ujarnya memberikan keterangan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang dengan terdakwa Mbak Ita dan suaminya, Alwin Basri, Senin (14/7/2025). 

Setelah kedatangan tiga orang itu, Wing kemudian melapor ke Mbak Ita dan meminta arahan. Sayangnya, menurut Wing, Mbak Itu justru memberikan pernyataan yang tidak tegas.

"Kami memohon arahan, apakah dilaksanakan sesuai normatif atau sesuai dawuh. Bu Ita tidak menjawab secara tegas, tapi hanya menyampaikan 'ngono wae kok ora ngerti'. Kalau interpresasi saya ya dibantu," ungkapnya.

Adapun lima proyek kajian senilai puluhan juta rupiah kemudian dikerjakan Zulkifli sepanjang 2023.

Diantaranya kajian kawasan wisata Tinjomoyo, inventarisasi industri pariwisata, hingga kajian soal tempat parkir Kota Semarang.

Wing menyatakan, atas permintaan itu proyek diberikan bertahap, dan yang mengatasnamakan dari Alwin hanya terjadi di awal. "Dan itu sepenuhnya saya serahkan pada kuasa pembina anggaran (KPA)," tuturnya.

Pekerjaan itu tidak berlanjut di tahun 2024, pasalnya ketiga orang itu dalam melaksanakan kerja dinilai tidak memuaskan.

Namun ia tidak mengira jika keputusan itu berdampak pada dirinya.

"Pak Alwin dan Ibu agak keras ke saya. Proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh kami selalu direview secara langsung oleh beliau. Ya, menurut kami bukan masalah," kata dia.

Atas pernyataan itu, Mbak Ita membantah.

"Pak Wing ini kok penuh kebohongan. Tadi menyampaikan 'kok koyo ngono' sepengetahuan saudara saksi, saya itu seperti apa sih?" tanya Mbak Ita.

"Saudara saksi ini mestinya tahu. Itu hanya yang kecil-kecil. Padahal yang besar saja saudara enggak pernah laporkan ke saya. Contoh EO-EO, kenapa saya keras?," lanjut Ita menggebu-gebu.

Selain mempertanyakan mengapa Wing menyebut dirinya keras, Ita juga mengaku tidak mengenal Zulkifli.

"Saya kecewanya apa, wong Saudara nggak melaporkan apapun terhadap saudara Zulkifli. Saya juga nggak kenal dengan saudara Zulkifli. Terus kemudian saya berubah itu," kata Ita.

Alwin juga turut mempertanyakan kapan dirinya pernah mengenalkan ketiga orang yang disebut sebagai kolega Alwin.

Ia mengaku tidak pernah menelepon dan memperkenalkan tiga orang ini pada Wing.

Wing lantas menjawab jika Alwin memberitahukan bahwa ketiganya merupakan rekanan dirinya melalui ajudannya.

Namun Alwin menjawab tegas jika tak memiliki ajudan.

"Saya nggak punya ajudan," tegas Alwin. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Wing Wiyarso Poespojoedho #alwin basri #Wali Kota Semarang #Mbak ITA #Korupsi #Hevearita Gunaryanti Rahayu