Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jalan Tembus Perumahan Villa Gedawang Permai Semarang Ambrol, Warga Waswas Longsor Susulan

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 18 Juni 2025 | 20:24 WIB

 

Jalan penghubung antarblok di Perumahan Villa Gedawang Permai, RT 6 RW 4, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, longsor digerus air hujan.
Jalan penghubung antarblok di Perumahan Villa Gedawang Permai, RT 6 RW 4, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, longsor digerus air hujan.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jalan penghubung antarblok di Perumahan Villa Gedawang Permai, RT 6 RW 4, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, longsor digerus air hujan.

Akses vital yang menghubungkan Blok H, I, dan G itu kini rawan putus total. Warga pun waswas karena perbaikan permanen belum juga dilakukan.

Ketua Kelompok PKK RT 6 RW 4 Gedawang, Norhasanah, menceritakan, ambrolnya jalan bukan kejadian mendadak. Sebenarnya ini sudah kelihatan sejak 5–6 bulan lalu.

 Baca Juga: Timnas Indonesia U23 Hanya Akan di Perkuat 3 Pemain Keturunan, Dua Pemain Naturalisasi Gagal Gabung

"Awalnya bagian atas yang retak, sempat kami perbaiki seadanya. Tapi karena hujan deras terus-menerus, bagian bawah makin terkikis," ungkapnya saat ditemui di lokasi, Rabu (18/6).

Menurutnya, longsor makin parah usai dua hari berturut-turut diguyur hujan deras. Tak pelak, tanah di bawah jalan labil dan akhirnya longsor. 

Selasa (17/6) kemarin, pihak kelurahan, kecamatan, hingga BPBD Kota Semarang pun sudah turun tangan dengan memasang terpal darurat.

“Kemarin Bu Camat juga sudah ke sini. Terpal sudah dipasang untuk menahan air agar longsor nggak makin meluas,” jelasnya.

 Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Umumkan Rekrutan Satu Pemain Baru Eks Persija Jakarta. Siapa Dia?

Padahal, sebelumnya, talud sudah pernah dibangun di titik tersebut.

Namun, derasnya aliran air dari arah Pudakpayung ditambah tumpukan sampah di ujung saluran membuat aliran meluber ke sisi jalan. 

Talud yang ada pun tak kuasa menahan, dan akhirnya runtuh dihantam arus.

“Kalau dari jalan ke dasar longsor itu dalamnya sekitar lima meter, panjangnya kira-kira 25 sampai 30 meter. Cukup besar,” terangnya.

Perumahan yang dibangun sejak awal 2000-an ini sejatinya belum sepenuhnya lepas dari pengembang. Masih ada satu rumah dan satu ruko yang belum terjual.

Karena itu, warga mendorong agar pihak developer ikut bertanggung jawab atas kondisi lingkungan.

“Bu Camat menyarankan agar kami juga koordinasi ke developer. Karena status pengelolaannya juga belum sepenuhnya diserahkan. Kami berharap segera ada penanganan permanen,” tambahnya.

Warga berharap Pemkot Semarang bisa bergerak cepat sebelum longsor makin meluas dan akses jalan benar-benar putus. Apalagi, hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin turun dalam waktu dekat. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kecamatan Banyumanik #Kelurahan Gedawang #KOTA SEMARANG #Pudakpayung #bpbd kota semarang #pemkot semarang