RADARSEMARANG.ID – Very Ivandi Sinaga, mahasiswa Teknik Informatika Unnes ditemukan warga sudah tidak bernyawa di dalam kamar kos di Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang, pada, Kamis (3/10) malam.
Saat ditemukan itulah korban sudah membiru tergantung dengan seutas kabel berwarna putih.
Ketua RT setempat, Suratman mengungkapkan, Very ditemukan meninggal pada pukul 18.00. Namun dirinya tidak mengetahui pasti kapan pria itu meninggal dunia.
“Jenazah itu diketahui dari pengelola kosan. Karena keberadaan pria itu sejak kemarin tidak muncul," ujarnya.
Info yang diperoleh, korban yang merupakan mahasiswa Unnes jurusan Teknik Informatika itu meninggal diduga terlilit pinjaman online .
Sebelum meninggal korban sempat meninggalkan surat wasiat yang ditujukan kepada kedua orang tuanya.
“Buat kedua orang tuaku yang ku cinta. Terima kasih telah membesarkan aku selama 20 tahun ini, terima kasih atas cinta kalian yang sangat-sangat banyak, maaf karena membalas kasih sayang kalian dengan ini, Untuk orang-orang lain yang mengasihiku, ya seperti kak Any dan orang-orang lainnya kalau ada."
"Terima kasih untuk segalanya ya, kalian terbaik., Kudoakan yang terbaik untuk kalian semua. Tak perlu ada tangisan karena aku produk gagal yang tak layak ditangisi. Cukup beri emosi jijik dan marah, atau senang akhirnya sumber masalah hilang? wkwk, Tolong benci aku seumur hidup kalian maaf bikin kalian malu," tutup dia dalam surat wasiatnya.
Sementara itu, Teman satu kos, Donny Satria mengatakan korban baru satu tahun ngekos di tempatnya dan korban dikenal dengan orang yang tertutup.
"Jarang interaksi dengan kami-kami," imbuhnya.
Menurutnya, selama ini jarang bertemu dengan VIS, meski satu kos. Biasanya dirinya ketemu saat VIS ke kamar mandi.
"Dia pintu aksesnya dua. Kalau kami cuma satu. Paling kalau ketemu saat di kamar mandi. Terakhir ketemu dua atau seminggu yang lalu itu habis dari kamar mandi cuma nyapa," imbuhnya.
Donny mengatakan setiap subuh selalu mendengar suara korban yang masih bermain game di kamarnya. Namun dirinya tidak tahu apa yang dimainkan oleh korban.
"Suara ngegamenya kenceng tapi tidak tahu ngegame apa," tandasnya. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi