RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kematian Aulia Risma Lestari (ARL), mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) studi Anestesi Fakultas Kedokteran Undip di RSUP Dr Kariadi menyisakan catatan pilu.
Di media sosial X, kasus PPDS ini menjadi salah satu trending, yang ramai di bicarakan netizen.
Mereka menyoroti perilaku senioritas di Pendidikan dokter spesialis itu. Banyak pula, yang membagikan pengalamannya saat mengikuti PPDS.
“Ada rekan kita yang juga sedang ambil PPDS Anestesi Undip berani speak up di DM. Begini yang harus mereka jalani” cuit akun @*******suling11 sembari membagikan tangkapan layer DM, yang curhatan mahasiswa PPDS.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiiun. Denger kabar ada dokter PPDS meninggal di duga bunuh diri. Ternyata tahun lalu, beliau sempat mengisi survey Kemenkes soal depresi. Sebuah kehilangan berharga. Appaun penyebab kematian beliau, harusnya itu jadi kasus yang pertama dan terakhir. Bagaimana kita memandang dan memperlakukan dokter junior dan PPDS ini jelas perlu pendekatan baru yang lebih memanusiakan mereka. Resiprokal. “cuti akun @****oko28 di X.
Salah satu netizen yang pernah mencoba mengikuti program PPDS membagikan pengalamannya alas an dirinya tidak melanjutkan mengikuti PPDS.
“Alasan yang menghentikan langkah gw mencoba PPDS: 1. Tesis, 2.Senioritas 3.Duit (bukan duit senolah,tapi duit buat nomer 2. 4. Muggle. Tapi semua itu alas an pribadi ya. Versi gw aja. Lemah?Ya ropopo.Ra urus.Sing penting sehat waras fisik dan mental”tulis akun @****olsss.
Kasus kematian Aulia, mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran Undip, yang diduga karena bundir karena tak kuat menahan bullying seniornya.
Kasus tersebut saat ini sudah mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan RI, yang mengeluarkan surat penghentian sementara PPDS Fakultas Kedokteran Undip.
“Betul sudah ada surat penghentian sementara PPDS studi Anestesi Fakultas Kedokteran Undip, sudah di terima pihak RSUP dr Kariadi,” ungkap Humas Kemenkes RI, dr Muhammad Syahrial. (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi