Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Demo May Day di Semarang Ricuh, Massa Berusaha Dobrak Gerbang Kantor Gubernur Jateng, Buruh dan Mahasiswa Bubar setelah Disemprot Water Cannon Polisi

Muhammad Hariyanto • Kamis, 2 Mei 2024 | 00:03 WIB
Peserta aksi unjuk rasa peringatan May Day alias hari buruh sedunia di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah sempat gesekan dengan aparat kepolisian, Rabu (1/5/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Peserta aksi unjuk rasa peringatan May Day alias hari buruh sedunia di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah sempat gesekan dengan aparat kepolisian, Rabu (1/5/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Peserta aksi unjuk rasa peringatan May Day alias hari buruh sedunia di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah sempat gesekan dengan aparat kepolisian, Rabu (1/5/2024).

Bahkan, massa pendemo juga sempat berhamburan lari setelah disemprot air Watercanon milik kepolisian yang sudah bersiaga di kepolisian.

Gesekan ini terjadi setelah peserta demontrasi melakukan orasi dan berusaha masuk ke dalam halaman kantor Gubernur Jawa Tengah, sekitar pukul 15.45.

Sejumlah peserta aksi sudah ada yang naik pagar gerbang sembari berusaha untuk merangsek masuk.

Namun, aksi tersebut dihalangi oleh petugas kepolisian yang melakukan barikade di belakang pagar.

"Revolusi, revolusi, revolusi," teriak orator diatas kendaraan pengeras suara.

Himbauan dan halauan dari petugas kepolisian ternyata tak dihiraukan oleh pendemo yang terus berupaya mendobrak pintu pagar.

Hingga akhirnya petugas kepolisian mengambil tindakan tegas menyemprotkan air Water Cannon. Hingga akhirnya, pendemo berhamburan menyelamatkan diri.

Terlihat juga sempat terjadi adu mulut antara petugas kepolisian dengan sejumlah pendemo. Mereka menuding adanya aparat kepolisian yang melakukan pemukulan terhadap pendemo.

Namun, pada akhirnya berhasil diredam dan pendemo kembali menduduki lokasi aksi depan pagar Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Koordinator Lapangan atau perwakilan dari peserta aksi demo Ahmad Raka Syafiq, mengaku menyangkan dengan adanya insiden tersebut.

Menurutnya, aksi yang dilakukan dengan tujuan damai dan bisa masuk ke dalam Kantor Gubernur.

"Kami hanya ingin masuk ke dalam, pak tolong buka pintu, kami ingin masuk ke dalam, kami bukan musuh kalian, tapi sayang tidak diindahkan. Kami sangat menyayangkan kejadian ini," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (1/5/2024).

Menurutnya, belum diketahui adanya yang mengalami luka dalam insiden tersebut. Namun, pihaknya menyebut ada sejumlah rekannya dari mahasiswa yang terlempar akibat dari semprotan air Watercanon.

"Teman yang ada di depan sepanjang di mobil komando terlempar karena ada semprotan air, sebagian ada yang bajunya robek," bebernya.

Menurutnya, peserta aksi unjuk rasa gelombang kedua yang dilakukan mahasiswa bergabung dengan buruh ini berjumlah 500 orang.

Sedangkan tujuan merangsek masuk ke dalam yakni untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada pihak pemerintahan.

"Kami punya 19 tuntutan, dan itu adalah hasil konsolidasi dari gerakan di teman teman semarang itu, salah satunya terkait dengan undang undang cipta kerja, perlindungan perempuan, kemudian terkait dengan pendidikan, yang kami tolak adalah komersial pendidikan," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#demo hari buruh #may day #hari buruh #demo semarang #BURUH #Demo Buruh Ricuh