RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Visualisasi Jalan Salib kembali digelar di Gereja Katolik Mater Dei, Lampersari setelah tujuh tahun vakum.
Perjuangan Yesus Kristus dalam mengusung salib diperlihatkan dalam Jumat Agung menjelang perayaan Paskah 2024.
Sebanyak 40 Orang Muda Katholik (OMK) berperan dalam Jalan Salib dengan berpakaian Jawa. Seperti rakyat yang menggunakan lurik dan jarik.
Sementara Pilatus dan imam tidak menggunakan adat Jawa. Visualisasi penyaliban ini dilakukan dengan jalan kaki dari SD sampai gereja atau sekitar 100 meter.
Koordinator Visualisasi Jalan Salib Gereja Mater Dei, Lampersari Eusebius Gilang Arya Sanjaya menjelaskan, visualisasi ini menggunakan tema Jawa karena memberdayakan peralatan yang sudah ada. Sehingga meminimalkan penyewaan.
"Kami memiliki persiapan sudah tiga bulan, karena banyak yang berhalangan hadir saat latihan," jelasnya.
Diakuinya, dari 2017 - 2023 visualisasi penyaliban ini vakum. Sehingga visualisasi tahun 2024 menjadi titik balik kebangkitan kegiatan OMK.
"Kami berharap umat lebih mudah membayangkan bagaimana saat Yesus Kristus dihukum mati, dikhianati, dan difitnah. Penderitaan ini tidak gampang, dicambuk, dihukum, disalib," katanya.
Visualisasi Jalan Salib juga digelar sekitar 60 OMK di Gereja St Theresia Bongsari. Visualisasi tersebut disaksikan oleh ribuan jemaat yang hadir.
Dimulai dari pembasuhan kaki oleh Yesus Kristus kepada para muridnya. Kemudian penggambaran penderitaan Yesus Kristus ketika disalib.
Pemeran Yesus Kristus, Dhanu Tresno, 21, mengaku terkejut saat mendapatkan peran menjadi Yesus Kristus. Apalagi, latar belakang dirinya tidak seniman teater.
"Apalagi suara saya kurang seru, jadi tidak terlalu kencang saat menjerit. Meskipun sakit karena dicambuk, tetapi saya sangat senang bisa memerankan Yesus," katanya.
Dhanu memiliki ritual tersendiri dalam memerankan Yesus. Ia berpuasa pada hari Kamis. "Kami berharap visualisasi ke depan, teman-teman bisa memerankan lebih baik lagi," harapnya. (fgr/ton)
Editor : Tasropi