RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang melalui puskesmas melakukan screening kesehatan gigi di SD Negeri Bugangan 03.
Proses screening itu melibatkan para siswa yang tergabung dalam ‘Dokter Kecil’ dan sudah menerima pembinaan.
Adanya Dokter Kecil supaya mendorong dan meningkatkan partisipasi siswa dalam melaksanakan program Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Kepala Dikes Kota Semarang Abdul Hakam mengungkapkan setiap awal tahun pihaknya selalu melakukan screening kesehatan.
Salah satu yang menjadi fokus utama adalah kesehatan gigi anak-anak usia sekolah dasar. Ini melibatkan seluruh puskesmas dan sekolah dasar di Kota Semarang.
“Ini memang tugasnya temen-temen yang berada di pemegang program UKS. Hari ini ada pelatihan dokter kecil dan pemeriksaan karies dentis,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (24/4).
Ia berharap program tersebut mampu membiasakan para siswa agar budaya hidup sehat mengakar kuat.
Terutama, mengajari anak untuk peduli terhadap kesehatan giginya. Sebab, kesehatan gigi sangat penting baik untuk laki-laki maupun perempuan.
“Perempuan pastinya akan dibawa saat nanti hamil sampai persalinan. Kalau ada ibu hamil yang giginya berlubang maka akan bermasalah dalam proses persalinannya,” jelasnya.
Kepala SD Negeri Bugangan 03 Yuliana mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan dan memberikan pelatihan kepada calon dokter kecil untuk menggantikan siswa yang lulus dan menjadi penerus periode berikutnya.
Dokter kecil tersebut disiagakan untuk membantu siswa saat dilapangan yang membutuhkan penanganan medis.
“Diwakili oleh kelas 4 dan 5 diambil delapan siswa per kelas. Ada de4lapan kelas jadi totalnya 64 sesuai syarat yaitu 10 persen dari total murid kami yang berjumlah 650 siswa,” papar Yuliana.
Ia berharap, program Dokter Kecil ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa khususnya dalam pengembangan UKS.
Sehingga mereka mampu menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.
Mulai dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), P3K, gizi, kesehatan gigi, serta penyakit menular.
“Nantinya mereka akan bertugas di lingkungan sekolah secara bergilir,” pungkasnya. (mia/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi