Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lestarikan Wayang Orang, 65 Seniman Turun Gunung Tampil di Wayang On The Street

Tasropi • Sabtu, 9 Desember 2023 | 17:40 WIB
Wayang On The Street : Para seniman dari pemain dan pemusik memeriahkan pentas wayang orang bertajuk Mentari di Bumi Hastinapura di Oudetrap Theatre Kota Lama. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wayang On The Street : Para seniman dari pemain dan pemusik memeriahkan pentas wayang orang bertajuk Mentari di Bumi Hastinapura di Oudetrap Theatre Kota Lama. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 65 seniman dari pemain dan pemusik memeriahkan pentas wayang orang bertajuk Mentari di Bumi Hastinapura di Oudetrap Theatre Kota Lama, Semarang pada Kamis (7/12).

Pertunjukkan Wayang On The Street berkisah tentang Ksatria Pandawa yang menuntut haknya atas negara Hastinapura kepada para Kurawa. Dilalui dengan Perang Bharatayuda Jaya Binangun selama 18 hari.

Event yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang berlangsung meriah.

Sebagai upaya melestarikan kawasan cagar budaya nasional Kota Lama sekaligus mengenalkan seni pertunjukan khas Indonesia kepada generasi muda.

Ketua Panitia Budi Lee mengungkapkan, pementasan wayang orang sarat dengan makna dan teladan Pandawa.

Berkat kesabaran, keikhlasan Pandawa dan selalu berpijak kepada kebenaran serta keadilan maka semua itu dapat dilalui nya dengan baik.  

"Mentari di Bumi Hastina Kembali bersinar cerah, dengan gugurnya sang angkara Prabu Duryudana, negara Hastinapura kembali ke tangan Para Pandawa,” katanya.

Budi menambahkan, cerita tersebut merupakan sebuah penggambaran bahwa kebenaran akan selalu menang atas kezaliman.

Baca Juga: Mengenal Sugiyo Waluyo Dalang Lokal Pelestari Wayang Potehi Semarang, Sudah Belajar Sejak 12 Tahun

Meski semua harus dilalui dengan perjuangan akan ketulusan, keikhlasan, dan jiwa yang besar.

"Sopo nandur bakal ngunduh , sapa mbibiti olo wahyune bakal sirna," pungkasnya.

Ia berharap, seni budaya dan tradisi khususnya wayang orang bisa terus diberi ruang untuk berekspresi.

Selain itu juga harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka kelak dapat meneruskan estafet pelestarian seni budaya dan tradisi wayang orang.

"Karena saya yakin bahwa generasi sekarang mulai menyukai seni wayang orang hanya saja mereka butuh waktu untuk mengenal dan menyaksikan secara langsung," tambahnya.(mia/fth)

Editor : Tasropi
#Wayang On The Street #pentas wayang orang #Kota Lama