RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sejumlah acara digelar untuk menyemarakkan acara Dies Natalis ke-58 Sastra Indonesia Universitas Diponegoro (Undip).
Penanggung jawab acara, Laura Andry Retno Martini mengungkapkan, Dies Natalis Sastra Indonesia kali ini mengusung tema 'Merawat Tradisi, Merayakan Keragaman'.
"Usungan tema kali ini, kami angkat untuk mengenalkan budaya kepada mahasiswa, agar mereka tidak hanya terpaku kepada bahasa dan juga sastra," jelas Laura ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang Senin (21/8/2023).
Animo mahasiswa terlihat sangat tinggi dalam mengikuti acara Dies Natalis Sastra Indonesia ke-58.
Hal tersebut dikarenakan terdapatnya gunungan buku yang diarak dari Laboratorium Terpadu menuju Fakultas Ilmu Budaya.
Setelah pawai selesai, puluhan mahasiswa merangsek untuk berebut gunungan buku yang dibagikan secara gratis.
Kirab gunungan buku dipilih oleh panitia sebagai bentuk representasi rasa syukur sebagai mahasiswa terhadap buku, sebab buku merupakan sumber ilmu.
"Maka dari itu, melihat kalian sebagai mahasiswa, gunungan buku ini akan menjadi ikon dari Dies Natalis Sastra Indonesia," tuturnya.
Keberjalanan kirab budaya dipimpin oleh sejumlah penggiat seni kuda lumping yang disusul oleh seluruh mahasiswa serta dosen Sastra Indonesia dengan mengenakan pakaian adat maupun batik.
Sekretaris Prodi Sastra Indonesia mengatakan, kecenderungan mahasiswa saat ini lebih mengenal kebudayaan modern dibanding tradisional. "Padahal kesenian tradisional adalah bagian yang lekat dengan mahasiswa," ujarnya.
Rangkaian acara Dies Natalis Sastra Indonesia akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 26 Agustus 2023.
Puncak acara ini, berlangsung pada tanggal 24, dimana terdapat kesenian tradisional seperti kuda lumping, barongsai, dan keroncong yang dipentaskan dalam satu hari.
Keragaman kesenian tradisional yang digelar sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian terhadap budaya Indonesia. "Kalo bukan kita kan siapa lagi," sambungnya
Perayaan acara Dies Natalis ke-58 berhasil memukau seluruh warga Sastra Indonesia dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang hadir pada pagi hari itu.
Hal tersebut membentuk sebuah harapan baru dimana pelaksanaan Dies Natalis ini akan diadakan setiap tahunnya.
Salah satu mahasiswa baru, Nabila mengungkapkan, perayaan kali ini begitu meriah dengan mengusung tema budaya karena sebagai mahasiswa saya juga belajar untuk mengapresiasi budaya Indonesia.
"Acaranya seru, unik, budayanya dapet, dari seluruh rangkaian acara hari ini sih, grebeg buku yang paling dinanti," pungkasnya. (mg15/mg14/bas)
Editor : Baskoro Septiadi