RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan membuat sejumlah skenario untuk mengurai kepadatan kendaraan di simpang Kalibanteng.
Termasuk menghitung ulang timer traffic light (TL) Bundaran Kalibanteng. Menyusul banyaknya keluhan.
Pengendara menilai durasi lampu merah terlalu lama. Bahkan beberapa titik tidak sebanding dengan lampu hijaunya. Evaluasi juga dilakukan agar antrean terutama di Jalan Walisongo tidak panjang.
Plt Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, banyak keluhan yang masuk lantaran lampu merah ke arah timur dinilai terlalu lama, sehingga membuat antrean panjang di Jalan Walisongo menuju ke arah kota.
“Kita lakukan evaluasi, karena di bundaran Kalibanteng dari Jalan Walisongo, antreannya cukup panjang. Nanti kita akan racik ulang untuk menghitung siklusnya,” terang Danang saat meninjau Simpang Kalibanteng, Senin (14/8).
Saking lamanya lampu merah, antrean panjang dari barat ke timur terkadang sampai simpang Hanoman.
Dishub akan melakukan skenario akses dari Graha Padma ke persimpangan Hanoman akan diperbolehkan belok kanan atau ke arah Jakarta, karena selama ini kendaraan dari arah Graha Padma harus memutar di Kalibanteng. Hal itu membuat volume kendaraan bertambah.
“Ada beberapa skenario, karena di Simpang Kalibanteng ini kendaraan menumpuk ke arah kota ataupun pelabuhan. Nah dengan simpang Hanoman dibuka, harapannya tidak menambah beban yang ada di Kalibanteng,” paparnya.
Pantauan koran ini, durasi lampu merah dari Jalan Abdulrahman Saleh tercatat 4 menit 41 detik. Sementara lampu hijau hanya 29 detik.
Sedangkan di Jalan Siliwangi Pantura, durasi lampu merah 2 menit 20 detik dan hijau 3 menit 44 detik. TL dari Jalan Pamularsih Raya durasi merah 3 menit 29 detik dan hijau hanya 23 detik.
“Kita juga ada skenario lain, yakni membatasi kendaraan besar yang masuk ke Semarang pada jam sibuk,” tuturnya.
Pembatasan ini, lanjut Danang, dilakukan pada pagi dan sore. Saat jam berangkat sekolah atau kerja dan saat pulang kerja. Pembatasan ini dilakukan dari Mangkang, hingga ateri Kendal.
“Kendaraan berat dengan tonase tertentu yang 8 ton kita larang masuk di jam sibuk. Pagi jam 06.00 - 08.00, sorenya jam 16.00-18.00,” ujarnya.
Menurut dia, durasi traffic light bisa beda-beda di pagi, siang, dan malam. Namun untuk yang dikeluhkan warga di Jalan Walisongo sekitar 150 detik atau 2 menit 30 detik untuk lampu merahnya. Sedangkan hijaunya 2 menit 50 detik.
“Ini ada tujuh simpang, yang fokus di ruas Walisongo arah kota dari Jakarta, merahnya sekitar 150 detik. Hampir imbang dengan waktu hijaunya,” terangnya. (den/zal)
Editor : Baskoro Septiadi