Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ini Dia Daftar Traffic Light Penguji Kesabaran di Kota Semarang, Pilih Menerobos atau Menunggu sambil Main HP

Adennyar Wicaksono • Minggu, 6 Agustus 2023 | 19:21 WIB

Sejumlah kendaraan yang rela untuk berhenti cukup lama karena lampu merah yang menyala cukup lama, sedangkan lampu hijau hanya sebentar di bundaran Kalibanteng, Kota Semarang.
Sejumlah kendaraan yang rela untuk berhenti cukup lama karena lampu merah yang menyala cukup lama, sedangkan lampu hijau hanya sebentar di bundaran Kalibanteng, Kota Semarang.
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Demi keselamatan dan ketertiban di jalan raya, penting untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Begitu juga dengan lampu lalu lintas.

Durasi rata-ratanya kurang dari 100 detik. Pengendara diminta sabar menunggu beberapa menit sampai warna berubah jadi hijau.

Menunggu satu menit sudah terasa lama. Tetapi, ternyata beberapa traffic light dinobatkan sebagai Bangjo Penguji Kesabaran. Bangjo Bundaran Kalibanteng di Jalan WR Supratman lampu merah menyala sampai 3 menit 32 detik.

Sementara lampu hijau hanya 25 detik. Sementara dari Jalur Pamularsih lampu merah sampai 307 detik atau lima menit.

Lamanya lampu merah ini karena terdapat enam jalur atau persimpangan yang bertemu pada titik yang sama.

Tidak sedikit pengendara yang nekat menerobos. Banyak pengendara yang menunggu tidak fokus dan mengalihkan memainkan handphone. Sambil meminggirkan motor di tempat yang teduh sambil bersantai menikmati sebatang rokok di tengah menunggunya lampu hijau menyala.

“Bangjo Kalibanteng terkenal yang paling lama. Begitu hijau mau jalan eh dan merah lagi,” aku seorang pengendara motor Muhammad Husen kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Karena lamanya lampu merah membuat pengendara boring. Tidak sedikit yang nekat menerobos. Padahal cukup berbahaya mengingat ada enam persimpangan di jalur Kalibanteng tersebut. “Kalau menunggu lima menit, ya tidak kuat. Apalagi kalau pas siang hari dan cuaca panas, terasa dipanggang,” ujar pengendara lain Arum Ningsih.

Satu sisi, tempo lampu merah yang lama, menguntungkan para pedagang asongan. Mereka lebih leluasa berjualan dan berkeliling menawarkan barang dagangannya.

“Lampu merah di sini memang terkenal lumayan lama, tapi buat saya menguntungkan karena masih banyak waktu buat menawarkan koran ke pengguna jalan sambil menunggu lampu hijau menyala,” ujar penjual koran di lampu merah Jalan WR. Supratman, Adi Jafar.

Sementara  di Jalan Tlogosari Raya ke arah Jalan Supriyadi, Jalan Medoho, dan Arteri Soekarno Hatta arah Semarang Timur lampu hijau hanya menyala 20 detik.

Sedangkan lampu merah menyala sampai 2,37 menit. Hal ini menyebabkan, para pengendara sepeda motor maupun mobil memenuhi bahu jalan.

Banyak yang melanggar dengan melewati trotoar. Suara klakson terdengar sangat kencang ketika ada pengendara yang akan belok dari Jalan Tlogosari Raya ke Arteri Soekarno Hatta arah Pedurungan karena lampu tersebut berwarna kuning.

Ketika merah, terlihat beberapa pengendara menengok notifikasi sosial medianya. Ada juga yang membalas, sambil chatingan. Bahkan, tak sedikit pengendara yang menerobos ada yang berhenti setelah zebra cross traffic light.

"Suine to, ya Allah gusti. Mengko mesti ijone sedilik banget (Lama banget, ya Allah. Nanti pasti hijaunya menyala sebentar sekali,red)," kelu salah seorang pengendara, Iqbal.

Padatnya arus lalu lintas di kawasan itu membuat pengendara semaunya sendiri. Tidak jarang di persimpangan jalan sering terjadi tabrakan. Para pengendara rebutan agar tidak tertinggal lampu merah lagi.

Di persimpangan lain, seperti Arteri Soekarno Hatta dari Gayamsari lurus arah Arteri Soekarno Hatta Pedurungan dan belok ke Jalan Supriyadi hanya 48 detik. Dibandingkan lampu merah yang menyala 1.57 detik.

Di Arteri Soekarno Hatta dari Pedurungan belok ke Jalan Tlogosari Raya dan lurus ke Jalan Medoho maupun ke Jalan Arteri Soekarno Hatta Gayamsari lampu hijau menyala 19 detik. Dibandingkan lampu merah yang menyala 2.05 menit.

Di Jalan Supriyadi lurus menuju ke Jalan Tlogosari Raya belok ke kanan Arteri Soekarno Hatta Gayamsari dan ke kanan Arah Soekarno Hatta Pedurungan lampu hijau menyala 42 detik.

Dibanding lampu merah yang menyala 1.55 menit. Di Jalan Medoho ke arah Arteri Soekarno Hatta Pedurungan dan Tlogosari Raya hanya 25 detik hijau menyala.

Dibanding lampu merah yang menyala 2.16 menit. “Lampu merah lama dan panas. Setiap hari selalu padat dan krodit,” tambahnya.

Sejumlah pengendara terpaksa mengunggu karena durasi lampu merah yang panjang.
Sejumlah pengendara terpaksa mengunggu karena durasi lampu merah yang panjang.

Bangjo Undip Lampu Hijau Cuma 17 Detik

Titik lampu merah atau traffic light Patung Kuda Undip Tembalang cukup padat setiap hari. Meski titik temu jalur Semarang-Solo, lampu hijau disini hanya 17 detik. Sementara lampu merah bertahan selama 1 menit 10 detik.

Kondisi ini membuat warga kesal dan mengeluh. Pengendara yang melintas hanya bisa bersabar dan menunggu. Begitu menyala hijau belum sempat jalan sudah berubah merah.

“Apalagi kalau saat sore selalu terjadi kemacetan panjang. Padet pol apalagi lampu ijonya cepet,” aku seorang tukang ojek, Joni, Selasa (1/08) lalu.

Kadang pengendara ada yang menerobos, meski berbahaya. Sebagian besar hanya bisa menunggu dan bersabar.

“Lampu merah ya pastinya menunggu tho, mau ngapain. Tapi tetap harus sigap, begitu ijo langsung gas,” ujarnya.

Sementara di Jalan Kelud Raya ke arah pleret atau Banjir Kanal Barat dan belok kanan ke Kaligarang hanya 25 detik menyala lampu hijaunya. Dibanding lampu merah yang menyala lebih dari 2 menit atau 120 detik.

Beberapa pengendara sepeda motor menunggu sambil melihat notifikasi WhatsAppnya . Salah seorang pengendara sepeda motor, Arif, nampak sangat kesal.

Karena ia harus menemui dua kali lampu merah yang tidak sebanding dengan lampu hijau, lantaran jalan tersebut macet.

"Seharusnya seimbang. Masak hijaunya sebentar banget, lalu merah. Mana merahnya lama banget," kesalnya.

Ketika lampu hijau menyala, tampak pengendara sepeda motor, dan mobil terburu-buru. Bahkan, banyak sekali suara klakson terdengar.

Selain itu, lampu hijau menyala di Jalan Kaligarang lurus ke arah Pamularsih dan belok ke Pleret hampir seimbang, yakni 1.08 menit. Sedangkan lampu merahnya 1.41 menit.

“Begitu juga dari Pamularsih arah Kelud Raya atau sebaliknya, lampu hijau menyala selama 1.16 menit dan 1.31 menanti untuk lampu merah. Kudu sabar,” tambahnya.

Durasi Traffic Light Disesuaikan Sistem ATCS

Sejumlah titik traffic light (TL) terkenal memiliki durasi yang cukup lama. Maksudnya adalah durasi antara lampu merah, dan lampu hijau yang tidak sebanding.

Meskipun banyak dikeluhkan, tapi durasi ini sudah melalui perhitungan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

Saat menjadi Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Antonius Hariyanto terkait durasi TL di Semarang.

Menurutnya sudah dihitung dam diatur sesuai dengan kebutuhan dengan  sistem Automatic Traffic Control System (ATCS).

"Semua pakai perhitungan, tidak hanya sembarang lama atau hijaunya sebentar. Rekayasa ini untuk melancarkan kendaraan, yang diutamakan adalah arus yang dominan," ujarnya.

Saat ini ia menjabat Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang. Ia menambahkan, hampir semua TL dilengkapi kamera langsung bisa terpantau di ruang kontrol yang ada di kantor Dishub.

"Jika ada TL yang mendapat prioritas lampu hijau dengan durasi lama, lantaran pengaruh kepadatan kendaraan. Kalau tidak tentu akan menjadi titik kemacetan," tambahnya. (mg1/mg2/mg3/mg4/fgr/den/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #traffic light #Lampu Lalu Lintas #bangjo #LALU LINTAS