Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jadi Bekal sebelum Bebas, Warga Binaan Lapas Wanita Semarang Dilatih Skill Perawatan Kecantikan

Ida Fadilah • Rabu, 2 Agustus 2023 | 22:26 WIB

Warga binaan LPP Semarang antusias mengikuti pelatihan kecantikan kulit dan rambut, Rabu (2/8). 
Warga binaan LPP Semarang antusias mengikuti pelatihan kecantikan kulit dan rambut, Rabu (2/8). 
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Semarang mengikuti pelatihan kecantikan kulit dan rambut.

Dalam pelaksanaannya, LPP bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Widya. 

Plt Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan LPP Semarang Rini Sulistyowati mengatakan, pelatihan yang diikuti 20 orang ini berlangsung selama lima hari.

Pelaksanaannya selama tiga jam. Ia menuturkan, dari pelatihan ini mereka bakal mendapatkan sertifikat.

Surat keterangan itu bisa menjadi sebagai bekal ketika sudah bebas menjalani pidana, sehingga bisa digunakan untuk melamar kerja dan lainnya. 

"Ketika mereka keluar (bebas, Red) mereka memiliki skill yang nanti bisa mereka gunakan untuk pekerjaan mereka sehari-hari. Jadi tidak ada alasan lagi nanti ketika keluar mereka menganggur, karena sudah banyak sekali keterampilan-keterampilan yang kami berikan," ujarnya pada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menyebut, pelatihan ini merupakan bentuk pelayanan dari lapas dalam pembinaan kemandirian.

Sementara itu, instruktur sekaligus owner LPK Widya Sri Medali Hendry Hastuti mengatakan, dalam mengajar warga binaan tidak ada kesulitan yang berarti.

Menurutnya, mereka cukup kondusif, bahkan lebih responsif dan excited dalam mengikuti pelatihan ini. 

"Kesulitan berartinya tidak ada, mereka mudah diarahkan dalam suatu pelatihan mulai dari sikap dan bahasa. Sama dengan masyarakat di luar sana," jelasnya. 

Hanya saja, diakuinya memang ada beberapa tantangan di antaranya ada warga binaan belum fasih dalam berbahasa Indonesia.

Sehingga perlu perhatian extra dan lebih sabar dalam membimbing. Medali berharap adanya pelatihan ini warga binaan teredukasi dalam menggunakan bahan kecantikan yang aman.

Sehingga tidak sembarangan memakai produk kecantikan agar mendapatkan hasil instan. 
"Meskipun dalam keadaan di lapas ini mereka mengerti tentang perawatan kulit dan kecantikan," tuturnya.

Manager Program Inklusi PKBI Jateng Aditya Yuda Pratama mengatakan diadakannya pelatihan melalui program inklusi untuk bagi warga binaan ini agar dapat menjadi nilai positif selama menjalani masa binaan.

Menurutnya, dengan kondisi keterbatasan, mesti disikapi secara positif. "Meningkatkan kapasitas diri ini berlaku bagi siapapun. Keterbatasan akan kebebasan karena menjalani masa binaan bukan berarti terbatas juga dalam mendapatkan pengembangan potensi, salah satunya bimbingan kerja dalam beberapa bidang," ucapnya. 

Salah satu peserta, Fefe mengaku senang mendapat pelatihan ini. Pasalnya, narapidana kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini bisa melanjutkan skill yang sebelumnya sudah ia miliki yakni hair stylst.

"Saya mendapatkan ilmu, pengalaman, dan juga skill. Untuk saya pribadi lebih mengerti lagi cara merawat rambut, dan kulit di situasi yg terbatas disini. Jadi hal ini sangat bermanfaat untuk saya. Untuk rambut sudah punya skill namun untuk kulit baru disini," tandasnya. (ifa/mg15/mg14/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Lapas Perempuan Bulu Semarang #LPP #Napi #lapas wanita