RADARSEMARANG.IDM Salatiga – Masyarakat yang membutuhkan layanan spesialis urologi dan bedah saraf di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo Kota Salatiga untuk sementara harus mencari alternatif rumah sakit lain. Dua layanan tersebut saat ini belum beroperasi akibat kendala tenaga medis dan peralatan penunjang.
Direktur RSUD dr. Soebarkat, dr. Ita Rima Rahmawati menjelaskan, layanan urologi terhenti setelah dokter spesialis yang bertugas mengundurkan diri karena alasan keluarga.
“Dokter urologi resign karena ayahnya sakit dan ingin fokus mengurus orang tuanya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Salatiga.
Menurut Ita Rima, manajemen sebenarnya telah mendapatkan dokter pengganti. Namun, proses perpindahan dokter tersebut terkendala administrasi dari tempat kerja sebelumnya sehingga jadwal bergabung yang semula direncanakan pada Juni ini harus mundur.
Baca Juga: Polres Salatiga Razia 47 Motor Berknalpot Brong, Mobil Jadi Target Berikutnya
“Kami sudah mendapatkan dokter pengganti. Rencana masuk bulan Juni, tetapi ada kendala administrasi dari tempat kerja lama,” katanya.
Sementara itu, layanan bedah saraf juga belum dapat dibuka kembali. Ita Rima mengungkapkan dokter spesialis bedah saraf yang sebelumnya bertugas sempat mengundurkan diri karena peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan belum tersedia.
Menurut dia, kebutuhan pengadaan alat tersebut belum terealisasi pada periode sebelumnya. Setelah menjabat sebagai direktur, pihaknya langsung melakukan komunikasi dengan dokter yang bersangkutan.
Baca Juga: Jonatan dan Raymond-Joaquin Harus Puas Jadi Runner-up Indonesia Open 2026
“Awal tahun sudah saya konfirmasi. Beliau bersedia kembali ke RSUD jika alat yang dibutuhkan sudah tersedia,” jelasnya.
Kabar baiknya, dokter tersebut telah mengajukan lamaran untuk kembali bertugas di RSUD dr. Soebarkat. Saat ini prosesnya tinggal menunggu tahapan kredensial.
“Bulan kemarin sudah membuat lamaran dan sekarang menunggu kredensial. Untuk alatnya sedang dalam proses pengadaan,” tambah Ita Rima.
Belum beroperasinya dua layanan spesialis tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen RSUD dr. Soebarkat. Sebab, pasien yang membutuhkan layanan urologi maupun bedah saraf sementara harus dirujuk ke rumah sakit lain hingga dokter dan fasilitas pendukung tersedia kembali. (sas)
Editor : Baskoro Septiadi