Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Eksistensialisme vs Tekno Culture, Perspektif Penarikan KKN UIN Salatiga di Desa Krincing

Dhinar Sasongko • Jumat, 1 Maret 2024 | 20:52 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Magelang - Dalam acara penarikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan di Desa Krincing, Magelang, kemarin (28/2), Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Viktor Purhanudin, menyoroti perdebatan antara kecerdasan eksistensialisme dan dominasi Tekno Culture.

Purhanudin menekankan pergeseran paradigma yang terjadi dalam masyarakat kontemporer sebagai hasil dari penetrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan ke dalam kehidupan sehari-hari.

"Meskipun teknologi telah menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan kita, kecerdasan eksistensialisme, yang mencakup nilai-nilai, moralitas, dan pemahaman akan makna, tetap merupakan landasan yang tak boleh diabaikan," ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Purhanudin membagikan pengalaman serta pandangannya tentang interaksi antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa.

Ia menekankan pentingnya keterikatan sosial dan kebersamaan sebagai bagian integral dari kontribusi mahasiswa KKN dalam pengembangan desa, selain dari aspek teknologi.

Selain itu, Purhanudin mengapresiasi kreativitas mahasiswa KKN dalam merespons fenomena Tekno Culture.

Salah satunya adalah inisiatif pengajuan acara perpisahan seperti sholawat bersama dan pengajian akbar bersama tokoh agama terkemuka, Gus Azmi.

Tanggapan positif juga diberikan oleh peserta yang menganggap bahwa pendekatan yang menekankan nilai-nilai kecerdasan eksistensialisme sangat relevan dalam menghadapi tantangan yang muncul akibat dominasi Tekno Culture.

Beberapa peserta bahkan mengusulkan kohesi konsep kecerdasan eksistensialisme ke dalam kurikulum pendidikan.

Purhanudin menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan esensial untuk memastikan manusia tetap memiliki kendali atas perkembangan teknologi.

Peserta meninggalkan ruangan dengan rasa optimis bahwa kecerdasan eksistensialisme akan tetap menjadi pilar utama dalam menghadapi dinamika zaman di masa mendatang. (sas/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#KKN #UIN Salatiga