Seperti dompet, tas dan juga gantungan kunci. Dompet (clutch) dipatok Rp 3,5 – 5 juta. Selain itu, jog motor mulai Rp 7.5 juta hingga Rp 10 juta. Saban bulan, ia bisa menghasilkan 3 – 4 produk. “Itu semua pesanan yang masuk,” tambahnya.
Koordinator stan menyebut namanya dengan Cetul. Ia tidak mau menyebut nama aslinya. Cetul dulunya pegawai kantoran, kemudian memilih menjadi seniman. Sejak lulus fisip komunikasi Atma Jaya. Ia lebih senang bisa bebas dalam mengekspresikan kemampuannya. “Saya memiliki pandangan anti kemapanan. Beda dengan tidak bisa mapan. Saya tidak memikirkan materi dan lebih mementingkan pertemanan,” ujar Cetul.
Tahun 2010 ia mencoba seni ukir pada kulit. Awalnya sebatas membuat untuk kalangan terbatas. “Saya tidak pernah berpromosi. Namun akhirnya banyak yang mengetahui dan memesan,” ujarnya.
Proses pembuatan dilakukan dengan kualitas tinggi. Membutuhkan waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan satu produk. Bahan dasar yakni kulit sapi, ia memesan dari luar negeri. Bahan dasar digambar sesuai dengan pesanan. Setelah digambar, kemudian mulai diukir dengan pisau khusus yang tajam.
Setelah selesai, akan dilakukan pewarnaan untuk semakin menegaskan efek tiga dimensi pada gambarnya. Pewarnaan ini juga menggunakan cat khusus. “Fungsinya sekaligus melindungi kulit. Ini waterproof sehingga tidak cepat rusak,” tutur Cetul yang tinggal di Bulu, Tegalrejo, Salatiga. (sas/fth) Editor : Agus AP