RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pameran perumahan bertajuk Jateng Omah Expo 2024 mencatatkan nilai transaksi luar biasa mencapai Rp 45,5 miliar.
Hal tersebut membuktikan kepeminatan masyarakat terhadap perumahan subsidi dan komersial.
Pameran perumahan untuk memperingati Hapernas 2024 dan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah yang dimulai 24 Juli hingga 4 Agustus 2024 di Mall Ciputra Semarang secara resmi ditutup.
Pameran tersebut mencatatkan penjualan rumah subsidi hingga 62 unit atau Rp 11,9 miliar. Serta penjualan untuk rumah komersial sebanyak 74 unit dengan nilai Rp 33,6 miliar.
"Kami sangat memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini. Jadi total ada 136 unit rumah dengan penjualan Rp 45,5 miliar," jelas Kepala Disperakim Provinsi Jateng, Arief Djatmiko Minggu (4/8).
Jateng Omah Expo 2024 melibatkan 69 perumahan. Lokasinya tersebar di beberapa kota, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, Kota Salatiga, Grobogan, Batang, Kudus, Pati, Jepara dan Temanggung.
"Rangkaian kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mendapatkan informasi terkait rumah subsidi maupun komersial," ujar Arief.
Menurutnya, pameran ini sekaligus sebagai sarana untuk masyarakat yang masih membutuhkan rumah. Pihaknya mencatat, sebanyak 300 ribu masyarakat di Jateng belum memiliki rumah.
"Pameran ini sekaligus mempertemukan masyarakat yang membutuhkan rumah dengan perbankan yang memfasilitasi," paparnya.
Jateng Omah Expo merupakan momentum insan perumahan dan permukiman untuk menjawab kebutuhan rumah bagi masyarakat. Sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa perumahan adalah kebutuhan dasar manusia.
Momen ini juga untuk memberikan apresiasi kepada stakeholder atas partisipasi dan pengentasan kemiskinan serta pemberian apresiasi terhadap pengembang perumahan.
Sementara Ketua Forum Komunikasi Developer Jateng, Sugiyatno mengatakan, dari segi penjualan dalam pameran ini cukup besar. Termasuk dari perumahan FLPP dan perumahan komersil yang dipasarkan.
"Kendalanya saat ini kuota FLPP yang stop oleh pemerintah. Kami dari Forkom akan mendorong pemerintah untuk menambah subsidi FLPP karena kebutuhan di Jawa Tengah masih sangat besar sekali," katanya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi