Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Daftar 63 Fungsionaris PBNU yang Dinonaktifkan karena Jadi Caleg dan Tim Sukses Capres

Baskoro Septiadi • Senin, 22 Januari 2024 | 23:17 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dalam acara Harlah Ke-78 Muslimat NU di Stadion Utama GBK Jakarta. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dalam acara Harlah Ke-78 Muslimat NU di Stadion Utama GBK Jakarta. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

RADARSEMARANG.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menonaktifkan 63 orang fungsionaris pengurus yang terlibat dalam politik praktis.

Fungsionaris tersebut dinonaktifkan dari PBNU lantaran mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) dan atau menjadi tim sukses (timses) calon presiden dan wakil presiden.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Amin Said Husni.

Dia menyampaikan, keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 285/PB.01/A.II.01.08 /99/01/2024.

Sedikitnya terdapat 63 nama fungsionaris yang dinonaktifkan dari jajaran Pengurus Harian dan Pleno PBNU berdasar SK tersebut (lihat grafis).

”Penonaktifan fungsionaris PBNU itu terhitung sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang sampai dengan selesainya proses Pemilihan Umum 2024,” ujar Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Amin Said Husni melalui keterangan resminya kemarin (21/1).

Amin mengungkapkan, di antara mereka yang dinonaktifkan itu, ada yang menjabat mustasyar, pengurus harian syuriah dan tanfidziyah, a’wan syuriah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga.

Saat ini mereka tersebar di beberapa partai dan semua tim pemenangan calon presiden.

Dari jajaran mustasyar, misalnya, terdapat nama Habib Luthfi bin Yahya yang merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan rais aam Jatman PBNU. Habib Luthfi menjadi timses capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran.

Lalu, ada pula mantan politikus PKB Muhammad A.S. Hikam yang kini juga menjadi anggota timses paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Di jajaran pengurus harian syuriah dan tanfidziyah, terdapat 5 caleg dan 11 orang yang masuk tim capres. Mereka, antara lain, KH Ma’shum Faqih (Timnas Amin), Khofifah Indar Parawansa (TKN Prabowo-Gibran), dan KH Mustofa Aqil Siradj (TPN Ganjar-Mahfud).

Nama Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua umum Muslimat NU juga masuk jajaran pengurus pleno PBNU yang dinonaktifkan. Selain gubernur Jawa Timur itu, terdapat Ketua Umum Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz Saifullah Ma’shum (Timnas Amin) dan Ketua Umum Persatuan Guru NU KH Asep Saifuddin Halim (TKN Prabowo-Gibran).

Ada pula nama-nama lainnya seperti Ketua Umum Ikatan Sarjana NU Ali Masykur Musa, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Nusron Wahid, hingga Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Yenny Wahid yang juga menjadi timses capres-cawapres pada Pilpres 2024.

Mantan bupati Bondowoso itu menjelaskan, mayoritas nama mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU.

Surat keputusan tersebut dibuat sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka.

”Semua fungsionaris tersebut adalah nama-nama yang secara resmi tercatat sebagai calon legislatif atau tim sukses calon presiden dan wakil presiden,” tegasnya. (mia/tyo/c7/oni/bas)

BEBERAPA PENGURUS PBNU YANG DINONAKTIFKAN


1. Mustasyar Pengurus Pleno PBNU Herman Deru (timses capres)

2. Rais Aam Jatman PBNU Habib Luthfi bin Yahya (timses capres)

3. Mustasyar Pengurus Pleno PBNU Muhammad A.S. Hikam (timses capres)

4. Wakil Sekjen Pengurus Harian PBNU KH Ma’shum Faqih (timses capres)

5. Ketua Pengurus Harian PBNU dan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (timses capres)

6. Rais Syuriah PBNU KH Mustofa Aqil Siradj (timses capres)

7. Ketua Umum Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz Saifullah Ma’shum (timses capres)

8. Ketua Umum Persatuan Guru NU KH Asep Saifuddin Halim (timses capres)

9. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU Ali Masykur Musa (timses capres)

10. Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Nusron Wahid (caleg dan timses capres)

11. Ketua Lembaga Takmir Masjid NU Nasyirul Falah Amru (caleg)

12. Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Yenny Wahid (timses capres)

13. Ketua LPBI NU Tb Ace Hasan Syadzily (caleg dan timses capres)

14. Wakil Ketua Lakpesdam NU Ahmad Basarah (caleg dan timses capres)

15. Sekretaris Lesbumi NU Inayah Wulandari Wahid (timses capres)

Keterangan:

Secara keseluruhan ada 63 pengurus PBNU yang dinonaktifkan karena menjadi caleg atau masuk tim pemenangan capres-cawapres.

Sumber: PBNU

Editor : Baskoro Septiadi
#pbnu #politik praktis #caleg