RADARSEMARANG.ID, Semarang — Seorang warga melayangkan protes langsung kepada Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau lokasi pangkalan gas elpiji 3 kg.
Momen warga yang diketahui bernama Efendi protes ke Bahlil langsung viral di media sosial dan diunggah berbagai akun.
Dalam video tampak suasana Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berada di pangkalan gas elpiji Budi Setiawan, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Selasa (4/2).
Ia kemudian menghampiri Bahlil di tengah kerumunan dan menyampaikan unek-uneknya terkait elpiji 3 kg.
“Saya sekarang lagi masak Pak saya tinggal demi gas. Bukan masalah antre gasnya, anak kami lapar butuh makan, butuh kehidupan logikanya berjalan donk pak,” kata warga tampak dengan mimik emosi sebagaimana video yang dilihat Radar Semarang salah satunya di Instagram.
“Udah ya Pak, kita paham pak,” ujar Bahlil.
Usai diprotes warga, Bahlil menyebut tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Ia menerima masukan warga saat turun ke lokasi.
“Gak apa-apa pemerintah kan harus mendengar langsung. Saya kenapa turun langsung supaya kita bisa mendengar ini masukan bagus, jadi gak apa-apa. Kita harus fair untuk memperbaiki bahwa ada yang menyarankan yang harus diperbaiki,” ujar Bahlil.
Di sisi lain, mulai hari ini Selasa (4/2) pengecer bisa kembali menjual gas elpiji 3 kg setelah ada larangan dan harus membeli di pangkalan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan Presiden RI H Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa pengecer boleh berjualan gas elpiji 3 kg lagi.
“Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 kg sambil menertibkan pengecer jadi agen sub pangkalan secara parsial,” ungkap Sufmi Dasco Ahmad melalui unggahannya di akun X @bang_dasco yang dikutip Selasa (4/2).
“Kemudian memproses administrasi dan lain-lain agar pengecer sebagai agen sub pangkalan harga LPG yang akan dijual ke masyarakat tidak terlalu mahal,” tambahnya.
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang para pengecer untuk menjual gas elpiji 3 kg sejak 1 Februari 2025.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan perintah Presiden H Prabowo Subianto bersifat wajib yakni terkait gas LPG 3 kg.
Bahlil mengatakan presiden memerintahkan tidak boleh ada masyarakat yang mendapatkan yang tidak tepat.
Terkait penyaluran gas LPG kg, Bahlil mengatakan semua kebijakan yang dilakukan kementeriannya sudah dilakukan dengan kajian mendalam.
Bahkan, kajian sudah dilaksanakan sejak 2023.
Kajian perubahan kebijakan dilakukan setelah hasil audit BPK menyebut ada penyalahgunaan subsidi, termasuk LPG 3 kg yang dilakukan oleh oknum pengecer.
Kementerian ESDM katanya tak ingin mencari kesalahan soal siapa yang bertanggung jawab atas masalah itu.
Baca Juga: Mengenal Sosok Profil Ustad Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA
Yang dilakukan Kementerian ESDM sekarang ini adalah mengambil tanggung jawab untuk memperbaiki masalah itu.
Sebelumnya Dasco menyatakan kebijakan pengecer dilarang berjualan LPG bersubsidi 3 kilogram kg yang ramai belakangan ini bukan kebijakan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Sebenarnya ini bukan kebijakan dari presiden untuk kemudian, melarang yang kemarin itu [penjualan di tingkat pengecer],” kata Dasco merespons pertanyaan wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (4/2).
Oleh karena itu, sambungnya, ketika melihat kesulitan yang dialami warga di sejumlah daerah untuk mendapatkan LPG bersubsidi 3 kg.
Maka Prabowo kemudian memutuskan agar tabung bersubsidi itu bisa kembali dijual di tingkat pengecer per hari ini.
Namun, sambungnya, ke depan para pengecer itu harus terdaftar sebagai subpangkalan gas bersubsidi LPG 3 kg.
“Tapi, melihat situasi dan kondisi tadi [kesulitan mendapat gas di tengah masyarakat] presiden turun tangan untuk menginstruksikan agar pengecer bisa jualan kembali sampai kemudian pengecer itu dijadikan subpangkalan,” kata Dasco. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi