Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pabrik Bangkit, Ribuan Buruh Pemalang Tersenyum Wong Hang Bersaudara Resmi Menjahit Harapan Baru

Lutfi Hanafi • Jumat, 19 Desember 2025 | 21:47 WIB
SAPA PEKERJA - Wakapolri bersama jajaran serta Wong Hang Bersaudara saat menyapa pekerja, usai peresmian pabrik Garmen di Taman Pemalang, Jumat (19/12/2025)
SAPA PEKERJA - Wakapolri bersama jajaran serta Wong Hang Bersaudara saat menyapa pekerja, usai peresmian pabrik Garmen di Taman Pemalang, Jumat (19/12/2025)

RADARSEMARANG.ID, Pemalang — Senyum ribuan buruh garmen di Kabupaten Pemalang akhirnya kembali merekah. Setelah sempat terpuruk akibat pabrik lama dinyatakan pailit dan menghentikan operasional, kini harapan itu dijahit ulang.

Wong Hang Bersaudara (WHB) resmi mengoperasikan kembali pabrik garmen di Pemalang, menyelamatkan ribuan lapangan kerja dan menggerakkan kembali roda ekonomi daerah.

Momentum kebangkitan industri padat karya ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Pol. Dr Dedi Prasetyo dalam peresmian operasional pabrik yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Pemalang, Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Jumat (19/12/2025). 

Bagi para buruh, hidupnya kembali pabrik ini bukan sekadar mesin yang kembali berputar, tetapi juga kepastian nafkah, keberlanjutan pendidikan anak, dan stabilitas ekonomi keluarga yang sempat goyah.

Wong Hang Bersaudara di bawah kepemimpinan generasi keempat — Stephen Wongso, Samuel Wongso, dan Alfindra Amanda — mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi dan merevitalisasi pabrik seluas sekitar 1,5 hektare. Fasilitas tersebut dilengkapi sekitar 900 unit mesin produksi serta mess karyawan yang siap menunjang operasional.

Direktur WHB, Alfindra Amanda, menyatakan bahwa kebangkitan pabrik ini diarahkan untuk memulihkan lapangan kerja yang sempat hilang dan memperkuat ekonomi lokal.

“Revitalisasi ini bukan hanya soal produksi, tetapi soal mengembalikan harapan. Industri yang sehat akan menciptakan hubungan kerja yang aman, mendorong daya beli, dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Saat ini, tercatat 4.094 pelamar kerja telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.300 pekerja sudah diterima, sementara sisanya akan direkrut secara bertahap, termasuk melalui jaringan pabrik WHB lainnya di Jakarta dan Pulau Jawa. Ke depan, kapasitas tenaga kerja ditargetkan meningkat hingga 1.700–2.000 karyawan.

Wakapolri menegaskan, kehadiran Polri dalam pengoperasian kembali pabrik ini merupakan bagian dari komitmen mendukung kegiatan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Kolaborasi lintas sektor seperti ini membuktikan bahwa negara hadir. Lapangan kerja terbuka, dunia usaha bergerak, dan masyarakat mendapatkan harapan baru,” terang Wakapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Polri juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako bagi pekerja dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Pemerintah daerah Pemalang dan Pemprov Jawa Tengah turut memberikan dukungan penuh. Iklim investasi yang kondusif, kemudahan perizinan satu pintu, serta yang transparan, dinilai menjadi daya tarik utama bagi ekspansi industri padat karya di wilayah ini.

Pabrik garmen di Pemalang ini merupakan pabrik ke-6 Wong Hang Bersaudara, yang sebelumnya telah mengelola usaha sepatu, mebel, garment, sablon, dan bordir di berbagai wilayah Pulau Jawa. Pemalang dipilih setelah kajian panjang sejak 2015, dengan pertimbangan upah kompetitif, kawasan berikat, dan potensi ekspor.

WHB juga menegaskan komitmennya menjalankan usaha sesuai prinsip good corporate governance, patuh regulasi, serta menggandeng UMKM tekstil lokal sebagai pemasok bahan baku dan jasa pendukung.

Mengusung tema “Menjahit Harapan Kembali”, kebangkitan pabrik garmen ini menjadi simbol kuat bahwa industri dapat bangkit, buruh kembali bekerja, dan ekonomi daerah kembali berdenyut. (han/web) 

Editor : Baskoro Septiadi
#pabrik #bangkit #garmen #wakapolri #pemalang