RADARSEMARANG.ID, Pekalongan- Dr KH Mohamad Arja Imroni M.Ag yang sebelumnya menjabat Wakil Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) siap memberdayakan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk memiliki pekerjaan yang mapan.
Kesiapan itu akan dilaksanakan jika terpilih sebagai Ketua PWNU Jateng periode 2024-2029.
Pemilihan ketua PWNU Jateng sendiri akan dilaksanakan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jateng XVI malam nanti Selasa malam Rabu 5-6 Maret 2024 di Gedung Aswaja Kota Pekalongan.
Konferwil kali ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf.
Dalam kesempatan tersebut, KH Arja bertekad mendedikasikan dirinya untuk berkhidmah dalam lembaga NU dengan mencalonkan diri sebagai ketua PWNU Jateng. Dirinya akan bersaing dengan ketua incumbent KH Moh Muzammil, Abdul Ghaffar Rozin, dan KH Rofiq Mahfudz.
Meski begitu KH Arja Imroni tetap optimistis dalam pencalonan ketua PWNU Jateng kali ini. Jika terpilih sebagai ketua PWNU Jateng, KH Arja Imroni akan mengimplementasikan visi misinya.
Yakni dengan mem-breakdown visi misi tersebut ke dalam beragam kegiatan produktif yang meningkatkan marwah NU secara kelembagaan maupun warga Nahdliyin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, ada program mandatori dari PBNU yang harus disesuaikan dengan kondisi dan kekhasan masyarakat di wilayah Jateng. Terutama dalam konteks pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan yang bermutu, menghidupkan kembali aspek pertanian dan perekonomian, serta meningkatkan kesehatan masyarakat NU.
Progran mandatori PBNU lainnya adalah kaderisasi, membangun keluarga yang maslahat dan tegak lurus dengan istilah Gus Yahya –sapaan akrab ketua PBNU- adalah masyarakat yang koheren dengan visi misi PBNU.
“Jateng merupakan basis massa NU nomor dua setelah Jawa Timur (Jatim). Kultur NU di Jateng ini harus kita jaga dan lestarikan,” katanya.
Baca Juga: Telkom Gandeng PWNU Jateng Kembangkan Ekosistem Digital
Perlu diketahui, berdasarkan hasil sensus, jumlah penduduk Jateng saat ini adalah 34 juta jiwa. Dan 54 di antaranya merupakan warga NU. Tapi baru 15 persen di antara warga NU tersebut yang memiliki pekerjaan tetap.
“Ini PR (pekerjaan rumah) besar pengurus NU Jateng. Yakni meningkatkan SDM NU yang berdaya dan memiliki pekerjaan tetap. Tentu saya akan berusaha mengakses program-program dari lembaga lain maupun lembaga pemerintah seperti BLK untuk warga NU dalam mendapatkan pekerjaan tetap,” harapnya.
Diakuinya, untuk mendapatkan pekerjaan tetap selain harus meningkatkan jumlah wirausahawan, juga harus bersinergi dengan lembaga pemerintahan yang meningkatkan skill maupun membuka lapangan kerja.
Terpenting lagi adalah meningkatkan mutu lembaga pendidikan dasar dan menengah Al-Maarif NU yang masih perlu penanganan serius. Kalau perguruan tinggi NU sudah cukup bagus di tingkat nasional.
“Saya bertekad untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan, misalnya SMK Vokasi atau lainnya. Sehingga lulusannya bisa memiliki daya saing dengan lulusan sekolah lain,” tandasnya. (ida)
Editor : Ida Nor Layla