RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk meningkatkan imunitas generasi masa depan. Sebanyak 12 ribu anak sekolah dasar (SD) di Kota Pekalongan diberikan aneka vaksin.
“Imunisasi ini untuk mencegah penyakit campak, rubella, difteri, dan tetanus neonatorum, hingga kanker serviks,” jelas Kepala Dinkes Kota Pekalongan Slamet Budiyanto Rabu (13/9/2023).
Dalam satu tahun BIAS dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni September dan November. Pada bulan ini, Dinkes menyasar sebanyak 152 SD bagi siswa-siswi kelas 1, 2, 5, dan 6 SD.
Pengelola Program Imunisasi Samsiyah Ratnawati saat mendampingi pelaksanaan BIAS di MIS 8 Medono menambahkan, vaksin yang diberikan sesuai kelas. Untuk siswa kelas 1, 5, dan 6, dengan jenis vaksin MR (Measles). Untuk campak/rubella dan DT (Difteri dan Tetanus) bagi kelas 1. Dan kelas 2 menerima vaksin TD (Tetanus Diphtheria) lanjutan DT. Dan kelas 5 menerima vaksin TD. Dan vaksin HPV bagi anak perempuan untuk mencegah kanker pada rahim (serviks).
Disampaikan Samsiyah, sebelum pelaksanaan BIAS pihaknya mengantisipasi kendala yang mungkin dihadapi, seperti orang tua yang tidak berkenan sang anak mendapatkan imunisasi. Karena itu, pihaknya melakukan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat serta melakukan advokasi kepada pejabat terkait.
Di hari yang sama, BIAS juga digelar di SD Negeri Poncol 03, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Dinkes menggandeng petugas kesehatan dari Puskesmas Tondano. Meski beberapa siswa terlihat ada yang menangis dan ketakutan, namun pelaksanaan imunisasi berjalan lancar.
Terpisah, Supervisi Program BIAS Kota Pekalongan Indayah Dewi Tunggal terus mengingatkan orang tua melalui guru agar mengikuti imunisasi ini. Setiap harinya, satu puskesmas memberikan pelayanan imunisasi ke satu sekolah. Jadi per hari ada 14 lokasi di seluruh Kota Pekalongan untuk jenjang SD dan MI sederajat. “Imunisasi ini wajib dilakukan. Bila ada anak yang tidak masuk sekolah ataupun sakit, maka ke depan akan tetap diberikan imunisasi," paparnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla