RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN-Gedung SMP Negeri 15 Kota Pekalongan yang selama ini kerap terdampak bencana akibat hujan deras, kini segera bebas dari masalah tersebut. Setelah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.
Untuk memastikan proyek berjalan lancar, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid bersama jajaran Dinas Pendidikan (Disdik), dan Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) rehabilitasi sedang/berat beberapa ruang kelas di SMP Negeri 15, Rabu (30/8/2023).
"Dari hasil monitoring, pengerjaan lebih cepat, dimana perkiraannya selesai November. Namun bulan September sepertinya sudah bisa selesai semuanya," kata wali kota senang.
Seperti diketahui, sebelum direhab, kondisi di sekolah tersebut yang membuat beberapa ruang kelas di SMP itu terendam, sehingga perlu dilakukan peninggian bangunan dan perbaikan sarana dan prasarana.
Usai meninjau progress rehabilitasi sejumlah ruang kelas, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, SMP Negeri 15 Kota Pekalongan mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023. Yakni, untuk rehabilitasi 5 ruang kelas sebesar Rp 772.500.000 yang dimulai sejak 26 Mei 2023.
Menurutnya, sampai saat ini, pekerjaan fisik rehab tersebut berjalan lebih cepat dari perkiraan target yang telah ditetapkan.
Usai rehab sejumlah ruang kelas di SMP Negeri 15 Pekalongan, Pemkota Pekalongan mengupayakan kelanjutan pekerjaan rehab ruang guru dan ruang kepala sekolah di sekolah tersebut yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Pihaknya akan mengusulkan hal tersebut ke tim penganggaran Kota Pekalongan.
"Usulan pekerjaan rehab ini, kami harapkan dibarengi dengan semangat bekerja para pendidik di SMP Negeri 15 dengan peningkatan prestasi," harap Wali Kota.
Kepala SMP Negeri 15 Kota Pekalongan, Sumarita bersyukur, di Tahun 2023 ini, SMP Negeri 15 Kota Pekalongan mendapatkan bantuan DAK untuk pekerjaan rehabilitasi 5 ruang kelas. Sekaligus untuk menunjang keberlangsungan dan kenyamanan proses belajar dan mengajar peserta didik. Mengingat, sebelumnya kondisi beberapa ruang kelas itu posisi bangunannya rendah dan sering tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.
"Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan bantuan anggaran rehab berupa peninggian 5 ruang kelas," ucapnya.
Untuk pondasi bangunan yang digunakan untuk kelas 9A, 9B, 9D, 7A dan 8E.
Mewakili sekolah, Sumarita mengaku puas atas progress rehab beberapa ruang kelas di SMP Negeri 15 Pekalongan yang berjalan lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Bahkan, selama pekerjaan fisik berlangsung, ada pendampingan dan diawasi langsung dari Dinas Pendidikan, Kejaksaan, dan instansi terkait lainnya.
"Targetnya selesai November 2023. Tetapi, Alhamdulillah saat ini progress pekerjaan rehab sudah berjalan lebih dari 80 persen," pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla