Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Belasan Pelajar SMPN 7 Mojokerto Jadi Korban Pantai Drini Diduga Karena Bermain di Area RIP Current, Begini Penjelasannya

Deka Yusuf Afandi • Kamis, 30 Januari 2025 | 16:44 WIB
Tim SAR Gunung Kidul mengevakuasi jenazah korban terakhir Pantai Drini, Rabu (29/1)
Tim SAR Gunung Kidul mengevakuasi jenazah korban terakhir Pantai Drini, Rabu (29/1)

 

RADARSEMARANG.ID – Kisah tragis dialami oleh para pelajar dari SMPN 7 Kota Mojokerto, bagaimana tidak kegiatan outing clas yang seharusnya membawa bahagia justru berakhir tragis.

Belasan pelajar dari SMPN 7 Kota Mojokerto ini menjadi korban keganasan ombak Pantai Drini, Gunungkidul pada Selasa (28/1/2025).

Setidaknya ada 13 korban yang mengalami peristiwa nahas dan 3 orang dinyatakan meninggal.

Saat insiden nahas ini terjadi, para korban ini bermain di zona rip current yang sebelumnya sudah mendapatkan himbauan oleh petugas untuk tidak bermain diarea tersebut.

Namun, karena asyik bermain air, para pelajar ini tidak mengindahkan himbauan tersebut. Sekira pukul 10.00 WIB tiba-tiba arus deras datang dan langsung menyeret belasan wisatawan yang berada di zona rip current itu.

Petugas penyelamat pun segera melakukan operasi penyelamatan. Beberapa orang berhasil diselamatkan dan yang lainnya meninggal dunia.

Peristiwa tenggelamnya para pelajar di Pantai Drini Gunungkidul itu tentu membuat kita harus benar-benar memperhatikan imbauan petugas saat bermain di pantai.

Jauhi juga area berbahaya di pantai yang biasanya diberi bendera berwarna merah karena rawan rip current yang berbahaya.

Namun, andai suatu hal terjadi dan kita terseret rip current, maka ada upaya untuk menyelamatkan diri. Tetap tenang dan jangan panik.

Hal pertama yang harus dilakukan jika terjebak dalam rip current adalah tetap tenang. Kepanikan hanya akan menguras energi dan menghambat pemikiran rasional.

Ingat bahwa rip current tidak akan menarik ke dasar laut, tetapi hanya membawa menjauh dari pantai. Jadi, berusahalah untuk tetap mengambang di permukaan air.

Kemampuan dasar berenang tentu dibutuhkan. Jangan berenang melawan arus Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh perenang adalah mencoba berenang langsung ke arah pantai melawan arus. Ini hanya akan menyebabkan kelelahan tanpa hasil yang efektif.

Sebaliknya, cobalah keluar dari arus dengan berenang menyamping, sejajar dengan garis pantai.

Setelah keluar dari arus, barulah bisa berenang kembali ke pantai dengan lebih mudah. Mengapung dan ikuti arus.

Jika merasa kelelahan atau tidak dapat keluar dari arus dengan berenang menyamping, cobalah untuk mengapung dan biarkan arus membawa tubuh hingga ke titik di mana arus melemah.

Setelah itu, bisa berenang kembali ke pantai dari sisi yang lebih aman.

Minta pertolongan jika diperlukan Jika kesulitan untuk keluar dari arus atau merasa panik, segera berteriak dan melambaikan tangan untuk meminta pertolongan.

Penjaga pantai atau orang lain di sekitar pantai mungkin dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Jangan melakukan penyelamatan tanpa keahlian Jika melihat seseorang terseret oleh rip current, jangan coba-coba menyelamatkan mereka jika tidak terlatih.

Menyelamatkan seseorang tanpa keahlian yang cukup justru dapat membahayakan diri sendiri. Sebaiknya, segera cari penjaga pantai atau orang yang lebih berpengalaman untuk melakukan penyelamatan dengan cara yang benar. (dka/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Daftar Nama Siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini #Pos Basarnas Gunungkidul #13 pelajar SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini #pelajar SMPN 7 Mojokerto #SMP Negeri 7 Mojokerto #Tenggelam di Pantai Drini #SMPN 7 Kota Mojokerto #Sebanyak 13 pelajar SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini #SMPN 7 MOJOKERTO #siswa SMPN 7 Kota Mojokerto #Pantai Drini Gunungkidul #kecelakaan laut menimpa 13 pelajar SMP Negeri 7 Mojokerto #pantai drini