Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Berkunjung ke Candi Borobudur, Menikmati Wisata Sejarah, Keindahan Alam dan Budaya Tradisi

Agus AP • Sabtu, 27 Januari 2024 | 00:58 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID–Mengunjungi Wisata Jawa Tengah, tak lengkap rasanya jika belum mengeksplorasi Candi Borobudur. Salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia yang diakui oleh UNESCO dan ditetapkan sebagai situs warisan dunia atau World Heritage List.

Kini, Candi Borobudur menjadi kawasan super prioritas nasional. Tak heran jika objek wisata peninggalan bersejarah itu semakin moncer dengan pengembangan wisata di kawasan sekitarnya.

Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, selalu ramai pengunjung. Baik turis domestik maupun manca negara.

Berkunjung ke Borobudur, tak melulu menikmati kemegahan candi. Banyak spot wisata menarik yang membuat pengunjung puas.

Seperti yang dirasakan Herni, 48, pengunjung asal Wonogiri. Ia bersama suami dan tiga anaknya, menyempatkan waktu ke Borobudur, setelah beberapa kali gagal karena pandemi.

Guru di salah satu sekolah negeri di Wonogiri itu sudah lama hendak mengajak keluarganya ke Borobudur. Maklum, anak-anaknya belum pernah melihat Borobudur dari dekat. Selama ini, Herni hanya melihat pesona candi dari televisi dan internet.

“Anak-anak sangat gembira bisa menyaksikan dari dekat,”cetus perempuan berkerudung itu.

Herni sendiri, meski sudah beberapa kali ke Borobudur tetap terpesona dengan kemegahan candi. Ia membeli tiket langsung di tempat, tidak melalui online. Sekarang tiket bisa dipesan melalui aplikasi di e-commerce layanan jasa tiket.

Harga tiket naik ke candi untuk anak usai 0-10 tahun seharga 75 ribu, usia 11 tahun ke atas Rp 120 ribu. Harga tersebut sudah include sandal upanat, tour Gide, dan air mineral. Sedangkan pengunjung yang hanya di pelataran candi, dikenakan tiket Rp 50 ribu untuk usia 11 tahun ke atas. Anak usia 0-10 tahun Rp 25 ribu. Bagi yang hendak berwisata terusan Candi Borobudur-Prambanan harga tiketnya Rp 75 ribu untuk usia 11 tahun ke atas, anak-anak 0-10 tahun 35 ribu.

“Saya sekeluarga naik ke candi. Keluar duit lebih banyak nggak papa. Biar anak-anak merasakan. Dulu waktu saya masih SD liburan ke Borobudur bisa sampai ke stupa atas. Sekarang kan dibatasi,” tuturnya.

Pukul 09.30 hari Minggu, Herni sudah tiba di candi. Ia sengaja datang pagi, agar bisa menikmati berbagai wisata di kawasan candi. Setelah membeli tiket, bersama tiga anak dan suaminya, Herni naik candi di temani tour guide. Sebelum naik ke candi, mereka mengenakan sandal upanat yang khusus disediakan untuk naik ke bangunan candi.

Guide menceritakan sejarah candi yang dibangun Dinasti Syailendra sekitar tahun 70-840 Masehi. Dibangun sebagai tempat pemujaan agama Buddha dan tempat ziarah. Borobudur ditemukan oleh pasukan Inggris yang dipimpin Sir Thomas Stanford Raflles tahun 1814 Masehi. Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

Borobudur dibagi menjadi tiga zona. Zona 1: disebut Kamadhatu. Terdiri atas 160 relief yang menjelaskan Karmawibhangga Sutra, yaitu hukum sebab akibat. Menggambarkan sifat dan nafsu manusia.

Tudung penutup pada bagian dasar telah dibuka secara permanen agar pengunjung bisa melihat relief yang tersembunyi di bagian bawah. Koleksi foto seluruh 160 foto relief dapat dilihat di Museum Candi Borobudur yang terdapat di Borobudur Archaeological Park.

Sedangkan zona 2: Rupadhatu. Rapadhatu terdiri atas galeri ukiran relief batu dan patung Buddha. Secara keseluruhan, ada 328 patung Buddha yang juga memiliki hiasan relief pada ukirannya.

Menurut manuskrip Sansekerta pada bagian ini terdiri atas 1300 relief yang berupa Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka dan Awadana. Seluruhnya membentang sejauh 2,5 km dengan 1212 panel.
Sedangkan zona 3: Arupadhatu. Berupa tiga serambi berbentuk lingkaran mengarah ke kubah di bagian pusat atau stupa yang menggambarkan kebangkitan dari dunia. Pada bagian ini, tidak ada ornamen maupun hiasan, yang berarti menggambarkan kemurnian tertinggi.

Serambi pada bagian ini terdiri atas stupa berbentuk lingkaran yang berlubang, lonceng terbalik, berisi patung Buddha yang mengarah ke bagian luar candi. Total keseluruhan ada 72 stupa. Stupa terbesar yang berada di tengah, tidak setinggi versi aslinya yang memiliki tinggi 42m di atas tanah dengan diameter 9,9 m. Pada keseluruhan bangunan candi, terdapat 504 patung Buddha dengan sikap meditasi dan enam posisi tangan yang berbeda.

Mendapat penjelasan yang begitu detail, membuat pengetahuan anak-anak semakin bertambah. Untuk mengabadikan momen, mereka foto-foto di sejumlah titik. Puas menikmati candi, mereka turun dan menyewa jeep untuk keliling kawasan candi.

Pengunjung lain, Ichan, warga Kebumen juga merasakan hal yang sama. Ia naik ke atas candi. “Setiap langkah saya lalui dengan semangat untuk mencapai puncak dan melihat kegagahan dari candi ini. Ketika sampai atas, rasanya bahagia sekali bisa memandang kawasan Candi Borobudur dari atas. Bisa melihat kampung di sekitar Borobudur dari atas. Pemandangannya indah,” cetusnya.

Berkunjung ke Candi Borobudur tak melulu melihat keindahan candi, atau menikmati budaya tradisi dan alamnya yang indah, lebih dari itu. Berkunjung ke Candi Borobudur sama halnya dengan belajar sejarah dan menghargai maha karya nenek moyang agar tetap dilestarikan.

Selain bangunan candinya, Borobudur kini juga menjadi kawasan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Selain menjadi sport tourism, Pemerintah Provinsi Jawa tengah juga sudah membangun Kampung Seni Borobudur dan Pasar Kujon. Upaya ini dilakukan untuk menggaet lebih banyak turis di kawasan Destinasi Pariwisata Super (DPSP) Borobudur.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, penataan DPSP Borobudur yang telah dilakukan oleh pemerintah akan berimbas pada geliat perekonomian Jawa Tengah.

Menteri Luhut memperkirakan perekonomian Jawa Tengah akan naik hingga 6 persen pada 2024. Ini seiring menjamurnya UMKM terlatih yang siap memproduksi suvenir atau merchandise Borobudur dengan lebih bagus dan matang.

"Itu akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah ini yang akan bisa naik 6 persen atau lebih karena UMKM akan tumbuh. UMKM akan di-training untuk mereka memberikan UMKM yang berkualitas," ujar Luhut.

Pemerintah juga terus melalukan upaya mengenalkan pariwisata Jawa Tengah yang tujuannya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah yang masuk 10 program prioritas.

Terpisah, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, tingginya potensi pariwisata dan perekonomian DPSP Borobudur, akan mampu menarik 2 juta turis. Ia memperkirakan, akan memberikan pendapatan sektor pariwisata sebesar US$ 2 miliar. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya kemajuan dan perkembangan di kawasan DPSP Borobudur.

Menteri Sandi juga menyampaikan, pengembangan DPSP Borobudur akan mendorong terbukanya peluang kerja dan lapangan kerja bagi masyarakat Magelang dan sekitarnya.

"Ini akan menjadi sebuah terobosan untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Magelang, dan juga bagi Yogyakarta dan Jawa Tengah secara keseluruhan.” (mg2/lis/web)

Editor : Agus AP
#keindahan alam #Pesona Jawa Tengah #visit jateng #web #World Heritage List #Candi Borobudur #Wisata jawa tengah #Budaya Tradisi #wisata sejarah #destinasi wisata