Kepala Desa Balesari Siswanto mengungkapkan, Giyanti harus bangkit dari stereotip masyarakat yang menganggap sebagai daerah rawan serangan babi hutan. Melalui kegiatan itu, ia menegaskan bahwa daerah Gunung Giyanti aman. "Melalui kegiatan ini kita kenalkan kepada masyarakat bahwa di Giyanti serangan babi hutan itu tidak ada," ucapnya saat acara Gelar Budaya Giyanti (Gebug #1) Minggu (7/8).
Selain itu, Giyanti juga mencoba memperkenalkan produk lokal Windusari seperti kopi. Gelar budaya ini juga digelar untuk mengangkat kesenian lokal Desa Balesari, yakni kesenian topeng ireng.
Dengan diselenggarakannya acara ini, Siswanto berharap, pendakian Gunung Giyanti kembali ramai. Sehingga, perekonomian di sekitarnya bisa kembali bergeliat. "Akan ada perluasan lapangan dan parkir. Supaya bisa memuat rombongan yang membawa bus," jelasnya. (mg8/mia/ton) Editor : Agus AP