Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Slamet Achmad Husein melalui Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Edi Suharto mengatakan, pasar tradisional adalah implementasi ragam budaya masyarakat setempat. Terutama terkait dengan produk jajanan masyarakat.
"Selayaknya menjadi bagian dari makanan kuliner sehari-hari. Bukan sebatas simbolis dan upacara adat semata," katanya saat memberikan sambutan di Pasar Kebon Watu Gede, Jetak, Sidorejo, Bandongan, Kabupaten Magelang Minggu (24/7).
Ia berharap, pasar tempo dulu kembali pulih dan pengunjung meningkat. Menurutnya, variasi kuliner di Pasar Kebon Watu Gede tergolong komplit. Berbagai makanan dan minuman khas tradisional tempo dulu yang unik berasal dari beberapa daerah. Apalagi didukung dengan pemandangan alam yang indah.
Sementara itu, Ketua Pengelola Pasar Kebon Watu Gede Beni Pamuji mengatakan pasar ini akan kembali rutin digelar sebulan dua kali. Yakni setiap Minggu Legi dan Minggu Pahing dari pukul 06.00 – 12.00 WIB. Setidaknya ada sekitar 50 lapak kuliner dan beberapa kerajinan.
Di pasar ini pengunjung menukarkan uang dengan alat tukar tempo dulu yakni uang Benggol. Satu keping Benggol senilai Rp 2 ribu. "Selain kuliner, pengunjung juga dapat menikmati hiburan berupa pementasan kesenian,” ujarnya. (mg7/mia/ton) Editor : Agus AP