RADARSEMARANG.ID, Magelang – Perwakilan umat Buddha Indonesia (Walubi) dari Majelis Mahayana dan Tantrayana menggelar ritual San Bu Yi Bai, di Marga Utama, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Senin (20/5) pagi.
Para umat sejak pukul 05.00, sudah berkumpul di Lapangan Marga Utama, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Mereka tampak khusyuk dan khidmat mengikuti ritual San Bu Yi Bai, diipimpin tiga biksu dan diikuti puluhan umat Buddha tersebut, melakukan meditasi dengan berjalan kaki setiap tiga langkah, kemudian dilanjutkan sujud satu kali yang mengarah ke Candi Borobudur.
Pemimpin Ritual San Bu Yi Bai, Suhu U Kuang mengatakan, tujuan dari ritual San Bu Yi Bai ini adalah untuk memohon pengampunan.
“Kita bisa melakukan ini dengan mewakili kedua orang tua kita. Dengan melakukan San Bu Yi Bai ini maknanya kita melakukan pertobatan,” terang Suhu U Kuang usai ritual.
Ia menyampaikan, pertobatan ini juga memiliki makna untuk meringankan karma buruk manusia. Jadi, para umat setelah bertobat, selanjutnya jangan melakukan kesalahan lagi.
“Artinya kita (para umat) setelah ini harus berjalan di jalan yang benar, sadar, kita melatih diri ini tidak gampang. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa mengampuni dosa kita, kecuali kita sendiri yang bertobat,” jelasnya.
Ritual San Bu Yi Bai ini juga bisa dilakukan kapanpun. Baik sebelum beraktivitas atau pada momen menjelang Waisak seperti ini. (rfk/bas)
Editor : Baskoro Septiadi