Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pernah Dapat Pesanan Senilai Rp 80 Juta, Aquascape Mulai Curi Perhatian Masyarakat

Magang Radar Semarang • Kamis, 3 Agustus 2023 | 21:41 WIB
Haikal Rizky Mahardika, pemilik Aquatrick Aquascape Store di Tlogosari Kulon, Pedurungan, Kota Semarang Senin (31/07/2023).
Haikal Rizky Mahardika, pemilik Aquatrick Aquascape Store di Tlogosari Kulon, Pedurungan, Kota Semarang Senin (31/07/2023).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aquascape mulai banyak dilirik masyarakat. Maklum saja, seni menghias dan mendesain taman air itu bisa menjadi alternatif mengusir kebosanan. Terutama untuk masyarakat perkotaan.

Aquascape biasanya mengisi akuarium dengan berbagai jenis tanaman air, batu, kayu apung, dan hiasan lainnya. Tujuannya adalah menciptakan sebuah ekosistem mini yang indah, alami, dan seimbang, menyerupai pemandangan alam bawah air, seperti hutan, gunung, atau sungai.

Kombinasi unsur-unsur ini menciptakan taman air yang menenangkan dan menyajikan pemandangan yang memesona.

“Aquascape dibuat se-natural mungkin, semua bahan-bahannya natural dari alam, tidak ada yang dari plastik,” kata pemilik toko aquascape Semarang, Haikal Rizky Mahardika ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang Senin (31/07/2023).

Haikal mengungkapkan, terdapat berbagai jenis tanaman aquascape yang biasa digunakan seperti meliputi moss, stem plants, rosettes, dan rhizomes, ada pula bucephalandra yang merupakan jenis tanaman endemik Kalimantan asli Indonesia.

“Untuk pemula biasanya memakai tanaman low maintenance, seperti moss atau jenis tanaman yang menempel, karena moss ini tidak membutuhkan karbon dioksida yang tinggi, jadi tanaman akan tetap hidup meskipun tidak memakai tabung karbon dioksida,” jelasnya.

Selain itu, pemilik toko aquascape tersebut juga menjelaskan bahwa tanaman aquascape dibagi menjadi dua kategori berdasarkan habitatnya, yaitu tanaman aquascape sejati dan adaptasi.

“Tanaman aquascape sejati merupakan jenis tanaman yang hanya bisa hidup di dalam air, seperti cabomba, hydrilla, demersum, dan vallisneria. Sedangkan tanaman aquascape adaptasi merupakan jenis tanaman yang budidayanya di darat kemudian diadaptasikan di dalam air, jadi bentuk dan warnanya akan bermutasi, seperti rotala, ludwigia, dan alternanthera,” terangnya.

Tidak hanya itu, terdapat tiga tingkat pencahayaan untuk tanaman aquascape meliputi low light, medium light, dan high light. “Kita perlu membuat komposisi seperti di habitatnya, misalnya tanaman yang membutuhkan low light, tapi kita pakai jenis lampu high light maka tanaman ditempatkan di area yang shading, sebaliknya tanaman yang membutuhkan high light harus ditempatkan di dekat cahaya,” sambungnya.

Selain pemilihan tanaman, pemilihan jenis ikan juga perlu diperhatikan. “Untuk aquascape biasanya menggunakan jenis ikan berukuran kecil, seperti tetra, rasbora, discus. Kita tidak boleh memasukkan jenis ikan predator dan ikan pemakan tanaman ke dalam aquascape,” ujarnya.

Lebih lanjut, lelaki 32 tahun itu mengungkapkan bahwa perawatan aquascape penting untuk diperhatikan.

“Aquascape memerlukan air yang jumlah mineralnya sedikit, airnya juga harus rutin diganti seminggu sekali, kemudian perlu injeksi karbon dioksida, pemberian nutrisi dua hari sekali, dan trimming tanaman jika sudah panjang, selain itu perlu diperhatikan juga durasi lampunya maksimal 8-10 jam per hari dan pemberian pakan ikan pun tidak boleh terlalu over cukup dua hari sekali,” imbuhnya.

Untuk harga aquascape menurutnya bisa disesuaikan dengan budget pelanggan. Dia mencontohkan, untuk ukuran 30 cm perlu menyiapkan budget minimal Rp 400.000, itu sudah mendapatkan satu set lengkap, seperti aquarium, filter, dan lampu.“Kami pernah menerima customer dengan budget paling besar Rp 80 juta,” sambungnya.

Di Semarang, menurut Haikal Rizky Mahardika penggemar aquascape datang dari berbagai kalangan usia dan berbagai tempat. Mulai dari pelajar hingga pekerja atau pegawai kantoran banyak yang memesan aquascape.

“Paling banyak yang pesan itu pelanggan berusia sekitar 30 tahun. Biasanya saya membuat aquascape untuk instansi, sekolah, kampus, kantor, maupun rumah biasa, tapi pesanan paling banyak datang dari rumah biasa” tuturnya.

Lelaki berjanggut tebal itu mengungkapkan bahwa durasi pembuatan aquascape ditentukan berdasarkan konsepnya. Yang paling rumit bisa menghabiskan waktu 1-2 minggu, kalau konsepnya sederhana hanya beberapa jam saja sudah jadi.

“Substrat aquascape sangat penting untuk menjaga ekosistem di dalam air. Substrat diawali dengan bakteri starter, dimana bakteri ini berguna untuk mengurai kotoran ikan dan menjernihkan air, kemudian pembuatan rumah bakteri, dilanjut dengan pemberian pupuk dasar untuk nutrisi tanamannya, lalu yang terakhir peletakan pasir untuk menutupi pupuk dasar agar tidak naik ke permukaan air dan membuat keruh air,” pungkasnya. (mg14/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#AQUASCAPE #akuarium #taman air