RADARSEMARANG.ID — Bulan Syaban sebentar lagi meninggalkan kita.
Dan bulan Ramadan sebentar lagi tiba.
Salah satu bulan yang paling ditunggu oleh umat Islam di seluruh dunia.
Bulan Ramadan menjadi ajang setiap Muslim untuk berlomba-lomba menggapai Rahmat dan Ridho Allah SWT.
Pada Minggu ini, materi Khutbah Jumat kali ini memberikan pemahaman kepada kita sebagai umat Islam.
Tentang bagaimana sikap kita dengan tibanya bulan Ramadan.
Khutbah 1
الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَى الْمُتَّقِيْنَ الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ وَفَضَّلَهُمْ بِالْفَوْزِ الْعَظِيْمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا أَفْضَلُ الْمُرْسَلِيْنَ، اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِي الْقَلْبِ الْحَلِيْمِ وَآلِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمَمْدُوْحِيْنَ وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، وَبَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَنَجَا الْمُطِيْعُوْنَ.
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Menyambut Bulan Syaban 1447 H Lengkap Arab Latin
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita bersyukur atas segala nikmat dari Allah Subhanahu Wata’ala, kemudian bershalawat kepada Nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Selanjutnya marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah untuk mencapai kebahagiaan, baik dunia maupun akhirat.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Hari, pekan, bulan dan tahun berlalu begitu cepat.
Banyak dari kita yang merasa waktu seakan begitu cepat.
Sebagian merasa masih baru memasuki bulan Ramadan.
Kini, bulan yang sama akan segera kita masuki kembali.
Kita ucapkan syukur kepada Allah ﷻ, alhamdulillah.
Ramadan yang akan kita sambut kedatangannya, kurang dari hitungan jari itu, harus menjadikan Ramadan sesuatu yang spesial.
Mungkin ini adalah kesempatan yang tidak semuanya bisa menikmati.
Sebab kita tahu berapa banyak dari saudara kita yang masih bersama kita di Ramadan sebelumnya, kini mereka telah dipanggil menghadap kepada Allah ﷻ.
Sementara kita masih diberi umur untuk bisa berjumpa dengannya.
Oleh karena itu, kualitas Ramadan kita tergantung dari cara kita memasuki dan menyikapi amalan didalamnya.
Semakin baik persiapan yang kita lakukan, Insya Allah akan meningkatkan kualitas ibadah, iman, dan keislaman kita di hadapan Allah ﷻ.
Sejumlah hal perlu kita lakukan untuk menyambut Ramadhan:
Pertama, kita sambut Ramadhan dengan bertaubat kepada Allah ﷻ yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Menerima taubat hamba-hamba-Nya.
Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim :
Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya.
Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya.
Sehingga ia pun menjadi putus asa.
Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa.
Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya.
Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.
Kedua, kita sambut Ramadan dengan bertekad kuat untuk tidak menyia-nyiakan hari-hari dengan melakukan kebaikan.
Sangat disayangkan jika kesempatan yang ada kita gunakan untuk bermalas-malasan, atau mungkin hanya untuk melakukan kegiatan yang tidak perlu.
Maka diperlukan adanya rencana kegiatan harian sehingga amal ibadah dapat terpantau dengan baik.
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah
Ketiga, sambutlah Ramadan dengan memiliki keinginan kuat untuk bersedekah yang salah satunya memberi makan orang-orang untuk berbuka puasa.
Hadis Pahala memberi orang berbuka puasa
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Februari 2025 Tentang Nisfu Syaban 1446 H
Keempat, perbanyak membaca Al Quran.
Kita baca, renungi, dan amalkan isi kandungan Alquran agar menjadi pedoman serta pembimbing kita dalam kehidupan.
Dari amalan para salafus shalih, ada yang dalam tiga malam sekali mereka mengkhatamkanAl Quran.
Saat memasuki sepuluh hari terakhir, mereka mengkhatamkan sekali dalam semalam.
Sikap tersebut menunjukkan kepada kita tentang semangat yang tinggi untuk memaksimalkan Ramadan dengan banyak membaca Alquran.
Hadis Manfaat Membaca dan Belajar Al Quran
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Februari 2025 Tentang Nisfu Syaban 1446 H
Hal ini juga menjadi pengamalan sabda Rasul ﷺ :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR: Bukhari).
Juga sabda Rasul ﷺ :
اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Alquran, sebab ia akan datang di hari kiamat kelak sebagai pemberi syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
Kelima, kita sambut Ramadan dengan menjaga lisan dan seluruh anggota badan dari perkara-perkara yang haram.
Berpuasa tidak sebatas menahan dari makan dan minum.
Berpuasa juga mengajarkan kepada kita untuk cakap dalam mengendalikan lisan dari ucapan-ucapan yang tidak semestinya kita katakan dan menjaga anggota tubuh lainnya dari perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain.
Rasul ﷺ bersabda :
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang haram, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minuman.” (HR. Bukhari)
Kaum Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Tentang Nisfu Syaban 1447 H Lengkap Tulisan Arab, Latin
Keenam, memperbanyak berdoa.
Sejumlah ayat yang berisi anjuran untuk berdoa memiliki keunikan pada posisinya, yaitu ayat tersebut berada di tengah ayat yang berbicara tentang puasa.
Surat Al Baqarah 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ) [البقرة: 186،
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 186).
Pesan yang bisa kita tangkap adalah Ramadan adalah bulan yang sangat agung untuk kita berdoa dan memiliki potensi yang lebih besar dalam pengabulannya. Seolah Ramadan adalah waktunya berdoa lantaran keutamaan yang ada didalamnya.
Rasul ﷺ bersabda :
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ؛ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ
“Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, yaitu; seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang imam (penguasa) yang adil dan doanya orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi)
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Menyambut Bulan Syaban 1447 H Lengkap Arab Latin
Masih banyak langkah lainnya untuk menyambut Ramadan.
Enam perkara di atas adalah pendahuluan sebelum kita masuk lebih dalam guna melakukan apa yang mesti kita lakukan sebagai hamba Allah ﷻ yang cerdas dalam mengemas amal saleh.
Demikianlah khutbah Jumat pada siang hari ini.
Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk agar kita dapat memaksimalkan amaliyah di Bulan Ramadan nanti dengan persiapan yang maksimal dan semoga kita semua selamat di dunia sampai di akhirat.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah 2
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Pertama sekali marilah kita bersyukur kehadirat Allah swt.
Yang senantiasa memerikan bimbingan dan berbagai nikmat yang tak terhitung jumlahnya yang kita bisa menikmati sampai hari ini sehingga kita masih bisa melaksanakan sholat jumat di masjid yang mulia ini.
Shalawat serta salam, semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, panutan kita nabi besar Muhammad SAW.
Yang telah memeberikan pencerahan dan pemahaman kita tentang Islam dan semoga kita termasuk golongan yang mendapat syafaatnya di hari akhir nanti, amin ya Robbal ‘alaimin.
Selaku khatib, kami mengingatkan kepada seluruh jamaah dan diri kami pribadi, Marilah kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, semoga Allah selalu memberikan bimbingan dankeuatan kepada kita sehingga kita tetap berada dalam keimanan dan ketakwaan kepadaNya, Amiin.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Sebentar lagi kita akan kedatangan bulan yang Agung, bulan mulia bulan dimana diturunkannya Al-Qur’an yang merupakan pedoman hidup kita ummat Islam diseluruh dunia ini.
Sebagaimana Allah sampaikan di dalam surat Al-Isra/17 ayat 9.
Bulan Ramadan adalah bulan puasa, bulan untuk membersihkan diri dan memeperbaiki kualitas diri agar kita bisa masuk kedalam predikat kelompok Muttaqin, kelompok orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Surat Al Baqarah ayat 183
Sebagaimana Allah SWT sampaikan dalam Al Qur’an :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS: Al-Baqarah : 183).
Sambutan kebahagian menjadi penting menandai sikap menyambut Ramadan kita mengucapkan, “Ahlan wa Sahlan ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan.”
Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kita melakukan berbagai persiapan sebelum memasuki Ramadan.
Kita siapkan diri kita, keluarga, dan masyarakat agar lebih maksimal menjadikan Ramadhan sebagai ajang meraup pundi-pundi pahala di tiap amal saleh yang kita kerjakan di dalamnya.
Persiapan menyambut Bulan Ramadan
Persiapan yang perlu kita lakukan sejak dini adalah:
Pertama, Bergembira menyambut Ramadan
Bergembira merupakan sikap yang baik dan mulia ketika kita menyambut kehadiran sesuatu yang baik apapun jenisnya.
Bergembira menyambut Ramadan juga sangat penting yang sangat mungkin menjadikan kita bisa menerima dengan ikhlas yang pada gilirannya bisa menjalani ibadah Ramadan dengan baik dan benar serta nyaman dan nikmat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadan, bulan Ramadan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Kedua, Bersyukur
Sangat penting ketika kita mendapatkan sesuatu yang baik apapun bentuknya untuk bisa menyukuri pemberian tesebut pada Allah swt.
Atas pertemuannya dengan bulan Ramadan, buan yang sangat mulia yang hanya satu kali hadir dalam satu tahun.
Allah SWT akan menambah nikmat atau pemberian yang telah diberikan kepada seseorang atau kelompok apabila mereka bersyukur dengan baik dan benar atas pemberian yang diterimanya.
Jika kita bersyukur dengan baik dan benar, insya Allah kita akan bertemu kembali dengan bulan Ramadan yang akan datang.
Surat Ibrahim ayat 7
Allah SWT berfirman:
وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim (14) : 7)
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2025 Menyambut Bulan Syaban 1446 H Lengkap Arab Latin
Namun kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Kepada orang yang pandai bersyukur, Allah SWT memberikan kelebihan padanya. Diantaranya menambah nikmat-Nya.
Allah SWT tidak menyiksa seorang hamba di hari kiamat kelak.
Bersyukur dapat melestarikan nikmat yang diberikan Allah SWT.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Ketiga, Mempersiapkan lImu.
Kita sambut Ramadan dengan memiliki dan menguasai ilmu seputar ibadah di bulan Ramadan.
Dengan ilmu yang baik kita bisa mengerjakan ibadah sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya serta teladan dari para ulama.
Ilmu di sini meliputi kaifiyat atau tata cara ibadah Ramadhan dari segi fikihnya atau hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.
Surat Al Isra ayat 36
Allah SWT berfirman :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya.” (QS: Al Isra’ : 36).
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Tentang Nisfu Syaban 1447 H Lengkap Tulisan Arab, Latin
Persiapan ilmu merupakan sebuah keniscayaan.
Ilmu adalah penerang jalan yang pada mulanya gelap gulita menjadi terang benderang, sehingga kita dapat menjalani ibadah dengan benar seperti yang diajarkan dalam agama Islam.
Allah memberi penghargaan kepada orang yang berilmu.
Keempat, adalah persiapan Fisik.
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :
اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ
“Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim).
Hal ini memberi motivasi bagi kita untuk menjadi orang beriman yang sehat, sehat jasmani dengan berolah raga dan rohani dengan mempersiapkan mental.
Aneka ibadah yang kita tunaikan, termasuk di bulan Ramadan, menuntut kebugaran fisik dalam mengerjakannya.
Puasa dan shalat tarawih akan sanggup kita laksanakan dengan baik, salah satunya ketika kita memiliki kondisi fisik yang sehat.
Sebagaimana kita ketahui, muslim yang sakit tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa, tapi harus menggantinya sesudah Ramadan berakhir, bila kondisi kesehatannya sudah kembali pulih.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Kelima adalah Persiapan Program Aktivitas Ramadan.
Agar kita bisa melakukan kegiatan ibadah dengan baik dan terkontrol, ada baiknya kita bisa menyusun rencana aktifitas bulan ramadhan yang akan dijalani.
Penyusunan programaktifitas sangat membatu dan bisa mengingatkan kita untuk bisa menjalani ramadhan dengan baik dan terkontrol serta bisa dievaluasi ataupun dikomparasi dengan kegiatan orang lain atau kegiatan kita di Ramadhan tahun lalu.
Kita bisa menyusun program-program yang baik dan sesuai dengan kemampuan fisik dan mental kita aga bisa menjalaninya denga nyaman dan nikmat, sehingga insya Allah bisa memeprcepat mendapatkan predikat “Muttaqin”.
Program Salat Tarawih, bersedekan, beristighfar, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya.
Demikian khutbah yang singkat ini, semoga dalam menyambut Ramadan ini kita bisa bergembira, bersyukur dipertemukan dengan bulan Ramadhan, mempersiapkan Ilmu Ramadhan, melakukan persiapan fisik, serta merencanakan program aktifitas Ramadhan.
Sehingga Allah SWT bisa Ridho menjadikan kita bisa meraih predikat Muttaqin, sehingga akan mendapatkan syurgaNya, amin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah 3
ألْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ غُرَّةَ وَجْهِ الْعَامِ. وَشَرَّفَ أَوْقَاتَهُ عَلَى سَائِرِ الأَوْقَاتِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الأَيَّامِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادَةَ مَنْ قَالَ رَبِّيَ اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصِامَ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَِ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ وَتَرْكِ الأَثَامِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Marilah pada saat yang berbahagia ini, saya mengajak kita semua, untuk bersama-sama berusaha meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT, yakni dengan senantiasa memperhatikan dengan sungguh-sungguh sekaligus melaksanakan dengan sebaik-baiknya apa yang menjadi perintah Allah SWT dan meninggalkan apa yang menjadi larangan-Nya, sehingga kelak kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat, amin, amin ya rabbal 'alamin.
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Tidak lama lagi, kita akan memasuki gerbang Ramadan.
Petang ini, setelah terbenamnya matahari, jika hilal berhasil dilihat, maka besok, kita mulai berpuasa.
Sebaliknya, jika petang ini hilal tidak berhasil dilihat karena mendung, maka kita akan memulai puasa Ramadhan pada lusa.
Bulan Ramadan merupakan tamu terhormat yang datang dengan membawa segudang peluang dan kesempatan emas bagi kita.
Kenapa dikatakan demikian?
Tak lain karena di dalam bulan Ramadan terkandung kemuliaan dan keistimewaan yang amat besar, yang tak bisa dijumpai pada bulan-bulan lainnya.
Nilai ibadah dilipatgandakan, doa-doa dikabulkan, dosa diampuni, pintu surga dibuka, sementara pintu neraka ditutup.
Ramadan, tak ubahnya tamu agung yang selalu dinanti-nanti kedatangannya. Rugilah orang yang tidak dapat bertemu dengannya.
Namun akan lebih rugi lagi bagi mereka yang menjumpainya tapi tidak mengambil sesuatu darinya, yakni dengan menggunakannya sebagai momen meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam rangka menyambut bulan yang penuh berkah tersebut, sehingga kita dapat memanfaatkannya secara maksimal untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan demikian, apa yang menjadi tujuan akhir dari puasa Ramadan ini, yakni derajat ketakwaan dapat kita raih. Untuk itulah, Rasulullah SAW tak lupa berpesan kepada umatnya ketika bulan Ramadhan datang - sebagaimana hadits yang diriwayatkan an-Nasa'i dari Abu Hurairah:
Baca Juga: 3 Teks Materi Khutbah Idul Adha 2025 Relevan Kondisi Saat Ini Arab, Latin Lengkap Artinya
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرْدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ. فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ...... (سنن النسائي الجزأ 7 ص. 256: 2079)
Dari sahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anh beliau berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda :
"Sungguh telah datang pada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, yang mana pada bulan tersebut Allah SWT mewajibkan kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka, sementara pintu-pintu neraka ditutup serta syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. (HR. An-Nasa'i)
Selain itu, Rasulullah mengajarkan kepada kita sebuah doa yang dipanjatkan menjelang datangnya Ramadhan, yakni :
Doa Datangnya Bulan Ramadan
Allâhumma bâriklanâ fî Rajaba wa Sya'bâna, wa ballighna Ramâdlana (ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar).
Oleh karena itu, marilah kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh suka cita "Marhaban Ya Ramadhan (selamat datang bulan Ramadhan), kami sambut kedatanganmu dengan penuh suka cita."
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Prof. Dr. Quraish Shihab, ulama tafsir dari Indonesia lulusan Universitas Al-Azhar Mesir menjelaskan bahwa kata "marhaban" terambil dari akar kata "rahb" (رَحْبٌ) yang berarti (وَاسِعٌ, رَحِيْبٌ) "luas atau lapang", sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan lapang dada, penuh kegembiraan, serta dipersiapkan baginya tempat yang luas untuk melakukan apa saja yang dia inginkan.
Dari kata ini, terbentuk kata "rahbah" yang antara lain, diartikan sebagai "ruangan luas untuk mobil," guna memperoleh perbaikan atau kebutuhan bagi kelanjutan perjalanannya.
"Marhaban Ya Syahra Ramadhan" berarti, "kami menyambutmu dengan penuh kegembiraan dan kami persiapkan untukmu tempat yang luas agar engkau bebas melakukan apa saja, yang berkaitan dengan upaya mengasah dan mengasuh jiwa kami."
Dalam bahasa Arab bulan disebut dengan "syahr"(الشَّـهْرُ) yang bermakna "terkenal" atau populer.
Orang Arab biasanya menamai bulan sesuai dengan keadaan di mana bulan itu berlangsung.
Karena pada masa turunnya perintah puasa ramadhan adalah musim panas yang terik, maka bulan itu dinamai "Ramadhan" yang akar katanya dari "Ramidha" (رَمِضَ) yang berarti "sangat panas, membakar" disebabkan panas matahari yang luar biasa menyinari pasir-pasir gurun.
Ada juga pengertian lain yaitu "batu (karang) yang membakar."
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Pengertian di atas sesuai dengan makna filosofis bulan Ramadan, yaitu membakar dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan menahan makan dan minum dan apa-apa yang membatalkannya.
Juga dapat dianalogikan, untuk membuat sesuatu lebih terbakar adalah dengan menghimpitnya di antara dua batu (karang) lembut, lalu memukul-mukul sifat (buruk)-nya sendiri di antara dua batu (karang), yakni lapar dan haus.
Rasulullah SAW, bersabda, "dinamakan bulan Ramadan karena ia cenderung membakar dosa-dosa."
Berikut ini adalah beberapa sikap terpuji yang dilakukan para ulama shaleh terdahulu dalam menyambut bulan suci Ramadan yang pantas diteladani:
Pertama, kita harus menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan."
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Tentang Nisfu Syaban 1447 H Lengkap Tulisan Arab, Latin
Seolah mereka juga memohon, "Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan."
Sampai kepada Ramadan adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka, karena pada bulan itu mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira.
Tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadan dengan tangis.
Kedua, dengan pengetahuan yang dalam.
Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim.
Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar sah dan sempurna.
Sesuatu yang menjadi prasyarat suatu ibadah wajib, maka wajib memenuhinya dan wajib mempelajarinya.
Ilmu tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fikih puasa merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim, minimal tentang hal-hal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.
Persepsi dan pengetahuan yang utuh tentang bulan Ramadhan akan menghindarkan diri dari kesalahan-kesalahan yang bisa merusak ibadah Ramadhan disebabkan oleh ketidaktahuan kita.
Persepsi yang utuh tentang keutamaan Ramadan akan mendorong tumbuhnya motivasi dari dalam diri untuk menjalani ibadah dengan sebaik-baiknya.
Oleh karena itu, pada bagian ini, persiapan-persiapan yang bisa dilakukan adalah dengan banyak bertanya, belajar dan membaca.
Orang akan mampu mengerjakan sesuatu dengan sempurna dan riang gembira jika ia tahu dengan pasti apa alasan, tujuan dan manfaat di balik sesuatu yang ia kerjakan.
Ketiga, dengan doa.
Bulan Ramadan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah, juga merupakan bulan tantangan.
Tantangan menahan nafsu untuk perbuatan jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam Lailatul Qadar dan tantangan-tantangan lainnya.
Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu berdoa agar optimis melalui bulan Ramadan.
Keempat, dengan tekad dan planning yang matang untuk mengisi Ramadan.
Niat dan azam adalah bahasa lain dari planning atau perencanaan.
Orang-orang soleh terdahulu selalu merencanakan pengisian bulan Ramadan dengan cermat dan optimis.
Berapa kali dia akan mengkhatamkan membaca Al-Quran, berapa kali shalat malam, berapa akan bersedekah dan memberi makan orang berpuasa, berapa kali kita menghadiri pengajian dan membaca buku agama.
Itulah planning yang benar mengisi Ramadan, bukan hanya sekadar mem-planing atau merencanakan menu makan dan pakaian kita untuk Ramadan, tapi lebih diarahkan ke perencanaan yang matang untuk meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadan.
Kelima, Persiapan Ruh dan Jasad Rasulullah SAW dan orang-orang shalih tidak pernah menyia-nyiakan keutamaan Ramadhan sedikitpun.
Rasulullah dan para sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya'ban sebagai latihan sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya Ramadan.
Anas bin Malik r.a. berkata, "ketika kaum muslimin memasuki bulan Sya'ban, mereka sibuk membaca Alquran dan mengeluarkan zakat mal untuk membantu fakir miskin yang berpuasa."
Dengan mengondisikan diri pada bulan Sya'ban untuk berpuasa, bersedekah dan memperbanyak ibadah, kondisi ruhiyah akan meningkat, dan tubuh akan terlatih berpuasa.
Dengan kondisi seperti ini, maka ketika memasuki bulan Ramadan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadan yang mulia ini dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan.
Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa, seperti lemas, demam dan sebagainya.
Rasulullah SAW senantiasa melakukan puasa sunnah bulan Sya'ban, bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan beliau kadang melakukannya sebulan penuh.
KhutbahBaca Juga: Teks Khutbah Jumat Pertama dan Kedua Amalan Sunnah Serta Menyambut Bulan Safar 1447 H Juli-Agustus 2025
Dalam sebuah hadits disebutkan:
أَخْرَجَ النَّسَائِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اِبْن خُزَيْمَةَ عَنْ أُسَامَة بْن زَيْدٍ قَالَ " قُلْت يَا رَسُول اللَّه لَمْ أَرَك تَصُومُ مِنْ شَهْر مِنْ الشُّهُور مَا تَصُوم مِنْ شَعْبَان ، قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان ، وَهُوَ شَهْر تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رَبّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ " (فتح الباري لابن حجر (باب صوم شعبان), الجزأ السادس, ص : 238)
Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah saw.
Katanya: "Ya Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang lain sebanyak puasa di bulan Sya'ban ini? Beliau saw menjawab: "Itulah bulan yang dilupakan orang, antara Rajab dan Ramadhan, bulan ditingkatkannya amal perbuatan kepada Allah Rabbul 'Alamin. Dan aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasa-i).
Keenam, persiapan materi.
Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong bulan Ramadhan adalah persiapan finansial atau materi.
Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan.
Tapi finansial/materi yang diperuntukkan untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita.
Bulan Ramadan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya.
Pahala yang sangat besar akan didapat manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air.
Kedermawanan Rasulullah saw pada bulan Ramadhan sangat besar.
Digambarkan dalam beberapa riwayat bahwa sentuhan kebaikan dan santunan Rasulullah saw kepada masyarakat sampai merata, lebih merata ketimbang sentuhan angin terhadap benda-benda di sekitarnya.
Demikianlah khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga kiranya kita memperoleh rahmat, hidayat serta kekuatan untuk dapat mempersiapkan diri secara maksimal, menyongsong datangnya bulan Ramadhan besok, amin, amin ya Rabbal 'alamin..
أَعُوذُ بِاللهِ مِن الشَّيْطانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحمن الرّحيم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Baca Juga: Mak Nyes! Ini Kumpulan Naskah Khutbah Idul Fitri 2025 yang Bisa Disampaikan Besok saat Lebaran
Khutbah 4
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَا اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Khatib berpesan bagi diri sendiri dan jamaah sekalian, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya takwa dan selalu berusaha untuk berkata baik.
Harapannya, Allah akan memperbaiki seluruh amal ibadah dan mengampuni segala dosa yang telah kita kerjakan selama hidup di dunia ini.
Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 70-71:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.”
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Sungguh, Allah swt telah menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas dan menambah kuantitas amal saleh yang kita kerjakan.
Sebab selama sebulan penuh, Allah menurunkan kepada para hambanya keberkahan yang sangat melimpah.
Ganjaran pahala ditingkatkan, pintu surga dibukakan, gerbang neraka dikuncikan dan setan dibelenggu agar tidak dapat mengganggu manusia.
Apalagi terkhusus dalam ibadah puasa Ramadhan, Allah swt memberikan ganjaran pahala yang besar bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan ridha-Nya.
Sebagaimana hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bersumber dari Abu Hurairah ra:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya;
"Dari Abu Hurairah Ra, dari Nabi Muhammad Saw, Ia bersabda, “(Allah berfirman) Setiap perbuatan keturunan Adam itu diperuntukkan bagi dirinya kecuali puasa, karena ibadah tersebut untukku dan aku sendiri yang akan memberikan ganjarannya. Sungguh perubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan dengan parfum.” (HR Al-Bukhari).
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Tentang Nisfu Syaban 1447 H Lengkap Tulisan Arab, Latin
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Selain karena keagungan bulan suci Ramadan dengan segala keberkahan yang dimilikinya dan ibadah puasa dengan ganjaran besar yang menyertainya, ternyata Allah Swt masih menyediakan alternatif ibadah lain yang tidak kalah istimewa untuk orang-orang Islam selama bulan Ramadhan berlangsung.
Yakni, dengan selalu berusaha mengingat Allah swt.
Disebutkan bahwa siapa saja yang mengerjakannya akan masuk ke dalam golongan orang-orang terbaik yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad saw ketika ditanya oleh seorang laki-laki:
عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ رَسُولِ اللهِ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ: أَيُّ الْمُجَاهِدِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ: أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، قَالَ: وَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ لِلَّهِ أَجْرًا؟ قَالَ: أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، ثُمَّ ذَكَرَ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ، كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا
Artinya, "Dari Sahl bin Mu’adz bin Anas, dari bapaknya, dari Rasulullah Saw, bahwasanya ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya: Orang berjihad di jalan Allah seperti apa yang memperoleh ganjaran pahala paling besar? Rasul menjawab, mereka yang paling banyak mengingat Allah.
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Menyambut Bulan Syaban 1447 H Lengkap Arab Latin
Laki-laki itu bertanya lagi, lalu, orang berpuasa seperti apa yang mendapatkan pahala yang paling banyak? Rasul menjawab, mereka yang paling banyak mengingat Allah. Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi tentang shalat, zakat, haji dan sedekah, setiap pertanyaannya selalu dijawab oleh Rasulullah, (bahwa orang yang meraih pahala paling banyak, ialah) mereka yang paling banyak mengingat Allah swt." (HR At-Thabarani).
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Secara tegas juga telah disebutkan, orang-orang yang senantiasa mengingat Allah swt di manapun mereka berada akan diberikan ampunan dan pahala yang besar. Sebagaimana secara jelas dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 35, Allah berfirman yang artinya:
“Laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar.”
Demikianlah, mari kita maksimalkan segala potensi amal baik selama bulan suci Ramadhan ini dengan selalu mengingat Allah swt dalam setiap aktivitas yang sedang dijalankan, sebagai bentuk ikhtiar guna memperoleh pahala yang banyak dan mempermudah meraih predikat insan yang bertakwa.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Penutup
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا بَعْدُ :فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Para Jamaah berdiri merapikan shaf untuk melaksanakan salat jumat berjamaah,
Jangan lupa perbanyak sholawat di Hari jumat ini.
Anjuran membaca sholawat yang terdapat pada Al-Qur’an, Surat Al Ahzab ayat 56:
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Tentang Nisfu Syaban 1447 H Lengkap Tulisan Arab, Latin
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ
Artinya:
“Sungguh Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Surat Al-Ahzab ayat 56).
Urgensi membaca Sholawat, terdapat beberapa hadis yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Salah satu sabda Rasulullah ﷺ yang memotivasi kita adalah:
مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ
Baca Juga: Teks Khutbah Pertama dan Kedua Jumat 2026 Menyambut Bulan Syaban 1447 H Lengkap Arab Latin
Man Sholla ‘Alayya Sholatan Waahidatan shalallahu ‘alaihi “Asyro Sholawat, Wahuththat ‘anhu ‘asyru khotoyatin, Warufi’at lahu ‘asyru darojaat.
Artinya: Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat. (HR. Muslim).
Selalu basahi lisanmu dengan sholawat.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ
Memasyarakatkan Sholawat, Mensholawatkan Masyarakat.
Agar kelak mendapatkan syafaat. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi