Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Hari Kanker Anak Sedunia, Warga Semarang Rela Cukur Gundul Rambut yang Dirawat 4 Tahun

Muhammad Iqbal Amar • Minggu, 25 Februari 2024 | 17:57 WIB

Metta Sintasari menunjukkan potongan rambut panjangnya yang telah dipotong sebagai dukungan terhadap perjuangan anak-anak yang terkena kanker. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Metta Sintasari menunjukkan potongan rambut panjangnya yang telah dipotong sebagai dukungan terhadap perjuangan anak-anak yang terkena kanker. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aksi nyentrik dilakukan sejumlah warga Kota Semarang dalam peringatan Hari Kanker Anak Sedunia (International Childhood Cancer Day).

Mereka rela mencukur habis rambutnya (plontos) sebagai bentuk dukungan atas perjuangan anak-anak melawan penyakit kanker. Menariknya, perempuan menjadi peserta terbanyak dalam aksi ‘Berani Gundul 2024’ itu.

Metta Sintasari misalnya, seorang simpatisan anak penderita kanker menunjukkan keberaniannya untuk memotong habis rambutnya. Padahal rambutnya telah dirawat hampir lima tahun.

Panjangnya sekitar sepinggang tubuhnya. Sedikitpun tak ada keraguan untuk mencukur gundul. Baginya, ini menjadi bentuk solidaritas dan empati terhadap perjuangan anak penyintas kanker.

“Dulu juga sudah pernah jadi ini bukan kali pertama saya gundul. Saya rawat mulai dari sepanjang leher dan akhirnya sekarang gundul,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang sambil menunjukkan potongan rambutnya di The Park Mall Semarang Sabtu (24/2).

Ia berpesan kepada para penyintas kanker agar tetap semangat dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

Terutama dalam melawan penyakit mematikan itu dan terus berjuang melakukan pengobatan hingga sembuh.

“Motivasi saya melakukan ini untuk memberikan semangat kepada anak-anak penderita kanker dan juga orang-orang di luar sana terutama wanita untuk ikut serta dalam acara yang bagus ini,” tandasnya.

Syarif Faruq, seorang bapak tampak menemani anaknya Muhammad Najib yang baru berusia lima tahun.

Anak sekecil itu harus berkelahi dengan penyakit mematikan yakni kanker Neuroblastoma. Ia berasal dari Ketapang, Kalimantan Barat yang saat ini harus melakukan perawatan di Rumah Sakit dr. Kariadi.

“Awalnya hanya demam biasa lalu dibawa ke rumah sakit dan dilakukan transfusi darah dua kantong. Baru beberapa minggu kambuh lagi dan harus transfusi lagi tiga kantong,” ujarnya.

Dengan mengorbankan pekerjaannya, Faruq memilih menemani anaknya yang sedang berjuang melawan kanker.

Sebagai bentuk dukungan ia juga hendak mencukur habis ramput kepalanya. Menurut dokter, anaknya masih harus menjalani perawatan kemoterapi secara rutin.

“Jadi kami gabung ke YKAKI dan mendapatkan pelayanan dan fasilitas selama disini dan ketika kontrol,” terang Faruq.

Kepala Cabang Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Semarang Vita Mahaswari mengatakan, tujuan aksi cukur gundul untuk mengharapkan dukungan dari  masyarakat terhadap perjuangan anak-anak penderita kanker.

Supaya, masyarakat dapat teredukasi terkait penanganan dan gejala kanker pada anak. kegiatan itu juga didukung oleh seluruh stakeholder baik dari pemerintah, aparat, mahasiswa, dan beberapa rumah sakit di Kota Semarang.

“Tadi pagi kami sudah menggalang donasi lebih kurang hampir Rp. 200 juta. Nantinya akan digunakan untuk mendukung anak kanker dan operasional yayasan,” jelasnya. (mia/ton)

 

 

 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#hari kanker anak sedunia #plontos