RADARSEMARANG.ID, Kendal – Program Speling atau Dokter Spesialis Keliling terus diperluas Pemerintah Kabupaten Kendal dengan membawa dokter spesialis langsung ke desa-desa.
Namun efektivitasnya dalam menekan antrean pasien di rumah sakit masih menjadi tantangan yang akan diuji melalui implementasi layanan tersebut.
Speling kali ini digelar di Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, sebagai titik ke-22 dari total 56 titik pelayanan yang ditargetkan selesai menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kendal hingga 2026.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal menyebut program tersebut menjadi bagian dari prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk memperluas akses layanan kesehatan spesialis hingga ke tingkat pedesaan.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Nia Setyanita, mengatakan Speling dirancang agar masyarakat tidak lagi terkendala jarak maupun antrean panjang hanya untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis.
"Kegiatan ini bertujuan memeratakan akses layanan kesehatan dan memperkuat deteksi dini penyakit dengan mendatangkan dokter spesialis langsung ke desa-desa sehingga layanan kesehatan menjadi lebih inklusif bagi masyarakat," ujar Nia Setyanita.
Ia menjelaskan, Desa Nolokerto menjadi lokasi ke-22 dari target 56 titik pelayanan Speling yang akan diselesaikan secara bertahap hingga tahun depan.
Pada pelaksanaan tersebut, Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Rumah Sakit Darul Istiqomah (RSDI) Kaliwungu yang menghadirkan dokter spesialis anak, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), serta dokter spesialis jantung dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kaliwungu.
Dokter spesialis anak RSDI Kaliwungu, dr. Tri Kartika, menilai pelayanan langsung ke desa merupakan langkah strategis karena masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan lebih awal sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.
Menurutnya, deteksi dini melalui Speling juga berpotensi membantu pencegahan stunting maupun berbagai penyakit kronis yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Meski demikian, keberhasilan program tersebut dalam mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit masih bergantung pada konsistensi pelaksanaan, cakupan wilayah, serta tindak lanjut terhadap pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Pasien yang ditemukan memiliki penyakit serius tetap memerlukan sistem rujukan yang cepat agar pelayanan kesehatan berjenjang tetap berjalan optimal.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ratusan warga yang datang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Salah seorang warga Desa Nolokerto, Sutiyem, mengaku terbantu karena tidak perlu lagi mengantre lama di rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis.
"Hari ini saya membawa cucu yang mengalami diare dan penyakit dalam sehingga bisa langsung diperiksa dokter spesialis, jadi kami merasa lebih tenang dan berterima kasih kepada pemerintah," katanya.
Program Speling diharapkan tidak hanya mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat desa, tetapi juga mampu meningkatkan deteksi dini penyakit sehingga jumlah pasien yang datang ke rumah sakit dengan kondisi sudah berat dapat ditekan melalui penanganan sejak awal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Camat Kaliwungu Pratikno Joko Wijayanto, Direktur RSDI Kaliwungu Muhammad Arif Rida, Kepala Desa Nolokerto H. Nur Fatoni, Kepala Puskesmas Kaliwungu, serta ratusan warga Desa Nolokerto yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi