
RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah serta kabupaten/kota diminta untuk terus menggencarkan program promotif dan preventif dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menegaskan, kesehatan adalah pondasi utama pembangunan yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) produktif dan berkelanjutan.
“Tanpa masyarakat sehat, pembangunan infrastruktur tidak akan berjalan optimal. Investasi pada kesehatan, seperti gizi dan layanan dasar, juga akan menciptakan generasi tangguh,” ungkapnya.
Baca Juga: Sarif Kakung: Kesejahteraan Nelayan dan Warga Pesisir Harus Ditingkatkan
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, menambahkan, perlu perencanaan pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh, serta dibutuhkan keterlibatan berbagai sektor dalam pelaksanaannya.
“Karena dalam pembangunan kesehatan akan banyak tantangan, sehingga harus dilakukan secara komprehensif, sekaligus menguatkan pelayanan kesehatan,” jelas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 2025, ditemukan 9.020 kasus baru Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan kematian 75 jiwa.
Selain itu, temuan Tuberkulosis (TBC) sebanyak 89.967 kasus, HIV baru 6.222 kasus, Malaria 703 kasus, Pneumonia pada balita 88.037 kasus, dan campak 7.195 kasus.
Dalam kasus penyakit tidak menular (PTM), Hipertensi sebanyak 5.070.175 atau 70%. Adapun di urutan kedua adalah obesitas dengan 1.073.870 kasus atau 14,86%.
“Angka-angka ini menegaskan pada kita bahwa layanan kuratif dan deteksi dini tidak cukup, tanpa upaya promosi kesehatan yang kuat, berdampingan dengan preventif dan kuratif,” ujar Kakung.

Menurut Kakung, upaya promotif merupakan hal utama yang bisa dilakukan agar bisa menjadikan sehat sebagai suatu pilihan yang mudah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



