RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Satu tahun kepemimpinan Dyah Kartika Permanasari, pertumbuhan ekonomi Kendal 2025 tercatat 8,84 persen pada triwulan III dan melampaui rata-rata nasional serta Jawa Tengah.
Realisasi investasi Kendal 2025 menembus Rp15,85 triliun dan menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah dengan 258 perusahaan beroperasi di Kabupaten Kendal yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menyatakan pertumbuhan ekonomi Kendal 2025 berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal 2025 sebesar 8,84 persen menunjukkan tren positif dan menjadi bukti bahwa investasi Kendal terus bergerak serta memberi efek berganda pada sektor lain,” ujarnya.
Ia menyebut angka kemiskinan Kendal 2025 turun menjadi 8,40 persen dari 9,35 persen pada 2024 serta Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 4,60 persen.
“Penurunan kemiskinan Kendal 2025 mencerminkan efektivitas program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kendal juga menyelesaikan 63 paket tender infrastruktur Kendal 2025 dengan pagu anggaran Rp97,4 miliar untuk rekonstruksi jalan, pembangunan jembatan, gedung onkologi, dan laboratorium kesehatan daerah.
“Pembangunan infrastruktur Kendal bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk memperkuat layanan publik dan daya saing daerah,” tegas Agus.
Indeks Pembangunan Manusia Kendal 2025 meningkat menjadi 75,07 dari 74,34 pada tahun sebelumnya yang mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi Kendal 2025 tersebut, Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Mustamsikin menilai arah pembangunan sudah berada di jalur yang progresif namun tetap membutuhkan penguatan pada sektor lingkungan dan sosial.
“Kami melihat ada keseriusan dalam membangun fondasi ekonomi Kendal, terutama dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kendal harus berjalan beriringan dengan penanganan persoalan sampah dan banjir di Kendal yang masih dirasakan masyarakat.
“Penanganan sampah di Kendal harus menjadi prioritas bersama karena sudah menyentuh aspek kesehatan dan martabat lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti persoalan banjir dan rob di wilayah pesisir Kendal yang memerlukan solusi berkelanjutan.
“Banjir dan rob bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut keselamatan warga dan keberlanjutan ekonomi rakyat kecil,” katanya.
KH Mustamsikin menambahkan bahwa PCNU Kendal bersama jaringan pesantren, pengurus NU, serta badan otonom siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal.
“Selama ini kolaborasi antara PCNU, pesantren, dan banom NU dengan Pemkab Kendal berjalan baik dan harus terus diperkuat demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ia menegaskan kemitraan PCNU dan Pemkab Kendal bukan hanya dukungan, tetapi juga ruang untuk memberi masukan konstruktif agar pembangunan Kendal semakin adil dan merata.
“Kami bermitra dengan Pemkab Kendal, kami mendukung program yang baik sekaligus memberikan catatan agar pembangunan Kendal semakin berpihak kepada wong cilik,” tandasnya.
Satu tahun kepemimpinan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menjadi fondasi transformasi pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi Kendal meningkat dan investasi Kendal 2025 menguat.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kendal naik, serta angka kemiskinan Kendal menurun.
Sementara tantangan sampah dan banjir menjadi agenda penting untuk diselesaikan pada fase pembangunan berikutnya. (bud)
Editor : Tasropi