RADARSEMARANG.ID - Nama Dico M. Ganinduto belum lama ini telah menjadi sorotan warganet di media sosial.
Sorotan warganet tertuju pada kegagalan Dico Ganinduto yang mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Kendal dalam Pilkada 2024.
Kegagalan tersebut diketahui usai pendaftaran Dico bersama calon wakilnya, KH Ali Nurudin, ditolak oleh KPU Kendal.
Keputusan ini memicu berbagai reaksi dari warganet terkait Dico M. Ganinduto yang kembali nyalon Bupati Kendal, tetapi gagal.
Terpantau banyak warganet ramai menyoroti kegagalan Dico yang ingin maju lagi sebagai Bupati Kendal dalam Pilkada 2024.
Beberapa diantaranya ada yang mendukung Dico di media sosial, berharap ia menemukan cara lain untuk berkontribusi bagi Kendal.
Namun, terpantau juga banyak warganet meresponnya dengan komentar yang nyleneh. Diantaranya adalah;
“Silahkan bapak pulang ke jakarta , Kendal biar di urus ma putra putri terbaik Kendal,” tulis akun @samira_travel_boja di Instagram.
“Nyalon lurah wae wes lah Pak daripada jilat ludah sendiri,” tulis dodiryan.syh.
“Karma itu nyata, kemarin jelek2in semarang tertinggal, sekarang ente yang di tinggal,” tulis irawansemarang.
“Sing komen wong kendalan kabeh, komene do wegah wisan,” tulis @usuf_atsiir.
“Nyalon dadi rt ku paling yo podo di tolak,” tulis @himawan.5.
“Pak Dico asline kinerjane lumayan, cuma Yo terlalu fokus Jateng 1 tanpa delok situasi dan kondisi. akhire meh balek Kendal 1 meneh wes kangelan, mungkin nek sejak awal pak Dico fokus 2 periode bakal beda cerita,” tulis yohan_es07.
“Pak Dico mana ? AQ pak Dico aja ... Mirna ? Haduh,” tulis intanayubestari14 pada postingan @explorekendal yang membagikan tiga pendaftar bakal calon Bupati Kendal dan wakilnya.
“Meh bupatine sopo wae penting bukti nyata ora usah kakehan ita itu,” tulis @_mnvatony_.
Sebagai tambahan informasi, Dico sebelumnya telah mengikuti bursa bakal calon gubernur Jawa Tengah dan Pilwakot Semarang 2024.
Namun, Dico kurang beruntung dan berencana kembali ke Kendal untuk mendafarkan diri kembali sebagai Bupati Kendal priode berikutnya.
Saat mendaftar sebagai calon Bupati Kendal, ia berusaha menjalin hubungan dengan PKB untuk dijadikan sebagai kendaraan politiknya.
Meski mendapatkan rekomendasi, PKB telah mencalonkan Dyah Kartika Permasari dan Benny Karnadi.
Hal tersebut menyebabkan pendaftaran Dico-Ali ditolak oleh KPU Kendal, dan dikabarkan memicu rencana gugatan ke Bawaslu Kendal.
Editor : Baskoro Septiadi