RADARSEMARANG.ID, Kendal - Karnaval budaya para seniman untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-419 dibatalkan. Lantaran waktu persiapan yang mepet.
Pembatalan itu sempat memicu kemarahan dan kekecewaan para seniman Kendal yang tergabung dalam Dewan Kesenian Kendal (DK2).
Mereka mengancam akan melakukan aksi demonstrasi.
Permasalahan tersebut akhirnya bisa diredam, setelah adanya pertemuan antara DK2 dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Sugiono pada Kamis (18/7/2024).
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Disdikbud Kendal tersebut, para seniman mengeluh atas pembatalan yang terkesan mendadak.
Setelah mendengar keluh kesah seniman, Pemkab Kendal akhirnya mengungkapkan alasan pembatalan karnaval budaya tersebut.
Sugiono menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud melakukan pembatalan.
Hanya saja, prosesi karnaval digantikan dengan gelar pentas budaya yang akan dilangsungkan di masing-masing kecamatan.
"Ini bukan dibatalkan. Tetapi dialihkan untuk gelar budaya di masing-masing kecamatan," katanya saat ditemui di kantor Disdikbud Kendal setelah pertemuan, Kamis (18/7/2024).
Dijelaskan, ditiadakannya karnaval budaya lantaran sejumlah jalan utama di Kendal masih dilakukan perbaikan. Jika dipaksakan, maka akan menimbulkan kepadatan yang luar biasa.
"Karnaval memang tidak jadi dilaksanakan karena persiapan yang pendek dan ada perbaikan jalan sehingga dikhawatirkan akan menambah kemacetan," tegasnya.
Sekda menambahkan, prosesi gelar pentas budaya di masing-masing kecamatan akan berlangsung pada waktu yang berbeda. Tergantung kesepakatan antara masyarakat dengan panitia.
Meski begitu, ada dua kesenian dari Weleri dan Kaliwungu Selatan yang akan tampil pada pembukaan di Stadion Utama Kebondalem Kendal.
Pasukan Weleri akan tampil dengan kesenian barongan. Sementara peserta Kaliwungu Selatan menampilkan tari kuda kepang.
"Kita minta waktunya tidak bersamaan. Untuk tanggal 20 Juli 2024 pas pembukaan akan menampilkan kesenian Kendal yang dipentaskan di panggung dalam rangka Hari Jadi Kendal," imbuhnya.
Sementara Ketua DK2 Kiswanto kini mengaku lega setelah mendapat penjelasan dari Pemkab Kendal. Ia sebelumnya telah melakukan persiapan matang dan menggelar latihan.
Bahkan, pihaknya sudah menyewa peralatan yang bakal digunakan untuk tampil di karnaval budaya Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-419.
"Alhamdulillah hari ini sudah ada kejelasan, sudah lega," katanya.
Ia mengaku, sejumlah perlengkapan untuk karnaval budaya yang sudah disiapkan akan dialihkan ke gelar pentas budaya di masing-masing kecamatan.
"Kita akan maksimal tampil agar kesenian Kendal bisa lebih dikenal," tandasnya.
Terpisah, Ketua Panitia Hari Jadi Kendal, Agus Dwi Lestari mengaku sudah melakukan koordinasi dengan masing-masing kecamatan untuk mensukseskan perayaan Hari Jadi Kendal.
Pihaknya juga sudah mengalokasikan anggaran dan fasilitas di masing-masing kecamatan. Yakni senilai Rp 4 miliar.
"Anggaran yang direncanakan total Rp 4 M. Dari APBD nanti Rp 1,3 M dan lainnya dari sponsor," tambahnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi