RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pemerintah Kabupaten Kendal membuka peluang kerja untuk masyarakat lulusan SD.
Bahkan ada 5.000 lowongan kerja yang dibuka di Kawasan Industri Kendal (KIK).
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal Cicik Sulastri mengatakan, angka pengangguran untuk lulusan SD di Kabupaten Kendal mencapai 50,33 persen.
Sedangkan lulusan SMK/SMA sebanyak 40,46 persen. Angka itu cukup tinggi dari total tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebanyak 36.528 orang belum bekerja.
"Makanya kami kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di KIK melalui roadshow relasi kerja. Dan membuka peluang kerja untuk lulusan SD dan SMP agar bisa mendaftar," katanya Kamis (1/2).
Cicik melanjutkan, dalam roadshow relasi kerja ini ada 5.000 lowongan kerja di KIK untuk warga Kendal.
Terobosan ini sekaligus percepatan penurunan kemiskinan serta meningkatkan jumlah angkatan kerja.
"Jadi pencaker ini mendaftar, kemudian ikut seleksi dan mendapat pelatihan gratis. Setelah itu bisa langsung diserap ke perusahaan di KIK," terangnya.
Bupati Kendal Dico M. Ganinduto mengatakan, tahun ini ada penambahan lapangan kerja cukup signifikan di KIK. Bahkan, prioritas utama adalah masyatakat Kendal.
Pihaknya juga mensuport kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri.
Karenanya, roadshow relasi kerja ini digelar di masing-masing kawedanan di Kabupaten Kendal.
"Melalui roadshow ini Pemkab mensosialisasikan ke masyarakat umum. Agar kami juga tau, berapa sih orang yang ingin mendapatkan lapangan pekerjaan di Kendal. Sehingga bisa kami fasilitasi dengan pelatihan sesuai kompetensinya," ujarnya.
Sementara Qoerudin, perwakilan PT Eclat mengatakan, tahun ini ada 4.500 tenaga kerja baru yang dibutuhkan.
Pihaknya juga memfasilitasi para tenaga kerja yang bekerja di industri tekstil tersebut.
"Prioritas warga Kendal. Tentunya akan ada pelatihan gratis dan langsung direkrut oleh perusahaan," tandasnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi