Lima bocah luka-luka dan satu tewas akibat menyalakan mercon jumbo. Tubuh korban tewas hancur di beberapa bagian, terutama tangan.
Peristiwa terjadi di sebuah area persawahan Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Sabtu (29/4) sekitar pukul 09.00.
Berawal dari puluhan bocah hendak meledakkan tiga mercon jumbo seberat kurang lebih lima kilogram.
Mercon pertama berhasil mereka ledakkan. Kemudian mereka kembali menyalakan yang kedua. Mereka sudah menjauh.
Namun mercon tak kunjung meledak. Karena penasaran mereka mendekat dan mengganti sumbu. Nahas, mercon tersebut meledak dan para korban terpental.
"Diduga mercon ini meledak saat korban memasang sumbu dengan cara dipalu," kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria.
Diameter mercon itu 14 sentimeter dengan panjang 38 sentimeter.
Menurut warga setempat, suara ledakannya sangat keras. Tubuh para korban pun sampai terpental dan hancur.
Korban tewas Muhammad Nafi, 13. Sedangkan lima rekannya yang luka-luka, yakni Indra Kusuma Jaya, 13; Maulimul Ilmi, 13; Mohammad Al Ramzi, 12; M Al Fatih, 12, dan Khairul Awam, 11. Semuanya warga desa setempat.
Arief mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah berpatroli di desa setempat sejak pagi buta.
Sebab, saat perayaan syawalan, masyarakat terbiasa menerbangkan balon udara hingga menyalakan petasan.
Dalam patroli itu, polisi hanya mendapatkan balon udara. Peristiwa terjadi usai polisi bergeser patroli ke tempat lain.
"Kami mohon kepada masyarakat, semoga ini menjadi yang terakhir. Jangan sampai ada korban lagi. Kami akan kejar penjual mercon sampai ke mana pun," tegasnya.
Kepala Desa Jrebengkembang Suroto mengatakan, baru mengetahui peristiwa itu setelah mercon meledak.
Sebab, sebelumnya ia tengah menghadiri upacara pernikahan salah satu warganya.
Namun ia sempat mendengar ledakan. Menurutnya, suaranya sangat keras.
"Semoga ini bisa jadi peringatan yang bisa membuat warga jera. Saya pastikan ini kejadian terakhir di desa kami," tandasnya. (nra/aro)
Editor : Agus AP