Kepala Desa Jeruksari Budi Harto mengatakan, selama banjir warga bergantung dengan pompa milik Pemkot Pekalongan. Pasalnya letak Jeruksari berbatasan langsung dengan Kota Pekalongan.
"Bahkan kalau penanganan dari pemkot terlambat, kami juga terimbas. Sebab itu kami berharap pemkab mempercepat penanganan banjir ini," ucapnya.
Hingga saat ini, beberapa desa di Kecamatan Tirto masih tergenang banjir. Meski tak dalam, genangan menganggu aktivitas warga. Sabtu (7/1) lalu, warga Desa Mulyorejo mendatangi gedung DPRD, meminta pompa air segera dipasang.
Warga mengaku tak terlalu butuh bantuan beras dan mi instan. Tapi butuh pompa air.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Senin (9/1) lalu meninjau desa-desa di Kecamatan Tirto yang masih tergenang banjir. Diakui, banjir merupakan 'pekerjaan rumah' (PR) lama Pemkab Pekalongan, bahkan sejak ia menjabat sebagai wakil bupati dahulu.
"Sudah saya putuskan, di anggaran tahun ini ada pengadaan pompa besar. Prinsipnya, setelah kedatangan saya ini, harus ada pompa besar," tegasnya.
Ia meminta Pemdes Jeruksari segera menyediakan lahan untuk rumah pompa tersebut. "Biar segera terpasang dan teratasi," tandasnya. (nra/zal) Editor : Agus AP